Jokowi Sebut Indonesia Dipercaya Dunia Dorong Perdamaian Internasional


SURATKABAR.IDMenurut yang diyakini Presiden RI, Ir. Joko Widodo (Jokowi), Indonesia menjadi pihak yang dipercaya oleh masyarakat internasional untuk ikut menciptakan perdamaian dunia. Ini terbukti dari kepercayaan internasional terhadap Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina, mendorong proses perdamaian di Afghanistan serta Myanmar.

“Dan terutama terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB,” ujar Presiden Joko Widodo di Pusat Misi Pemeliharaaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia (PMPP TNI) Sentul, Bogor, Jumat (31/08/2018). Demikian sebagaimana dikutip dari laporan AntaraNews.com, Sabtu (01/09/2018).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Negara saat melepas kontingen Garuda untuk berangkat sebagai pasukan perdamaian Indonesia ke Kongo dan Lebanon. Pada 8 Juni 2018, Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan resmi memulai keanggotaannya pada 1 Januari 2019.

“Untuk itu saya berpesan kepada saudara-saudara semuanya, kepada pasukan Garuda di seluruh dunia, jagalah nama baik bangsa, patuhi hukum setempat dan selalu ikuti prosedur yang berlaku,” imbuh Presiden.

Selain itu, Jokowi juga berpesan untuk memahami dan menghormati budaya setempat, menunjukkan profesionalisme, disiplin, dedikasi dan loyalitas.

Baca juga: Terungkap, Ini Maksud Fahri Hamzah Unggah Foto Jokowi Bersama Mantan Jubir HTI

“Jagalah sikap dan perilaku saudara-saudara dalam berinteraksi dengan masyarakat setempat dan pasukan negara-negara lain,” tandasnya kemudian.

Presiden berharap kontingen Garuda dapat mengerjakan tugas misi tersebut dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

“Nama baik bangsa Indonesia berada di diri saudara-saudara semua. Saudara-saudara semua adalah putra-putra terbaik bangsa Indonesia. Langkah saudara, napas saudara, tindak-tanduk saudara adalah Indonesia. Senyum saudara, kehangatan saudara, ketegasan saudara adalah Indonesia,” tegas Presiden.

Misi MONUSCO

Tak lupa, Presiden juga meminta pasukan itu tidak lupa pulang kembali ke Indonesia.

“Saudara adalah garuda yang terbang ke negeri orang dengan kepala tegak dan kebanggaan untuk Indonesia. Jangan lupa untuk pulang ke Indonesia dengan pengalaman dan kecintaan yang lebih untuk negara kita Indonesia. Saudara-saudara adalah inspirasi bagi generasi muda Indonesia yang membangun nasionalisme dalam taman sari internasionalisme,” ungkap Presiden.

Diketahui, dua pasukan yang diberangkatkan adalah Satuan Tugas (Satgas) Rapid Deployment Battalion (RDB) Kontingen Garuda XXXIX-A Kongo dalam misi MONUSCO (The United Nations Organization Stabilization Mission In the Democratic Republic of the Congo) yang terdiri atas 850 personel TNI termasuk 22 personel wanita), demikian melansir laman medcom.id.

Pasukan ini berasal Angkatan Darat (644), Angkatan Laut (135) dan Angkatan Udara (71) yang diberangkatkan menggunakan pesawat.

Selanjutnya ada satuan tugas Marine Task Force (MTF) untuk United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), kontingen Garuda XXVIII-K Lebanon berjumlah 120 personel TNI AL.

Mereka akan berangkat menggunakan KRI Sultan Hasanuddin yang bertugas di Laut Mediterania, menggantikan 120 personel sebelumnya.

Ada pun Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Komandan PMPP TNI Brigjen TNI Victor H. Simatupang, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan para pejabat lainnya tampak turut hadir dalam upacara pelepasan tersebut.