Bikin Geram! Oknum Polisi Hina Nabi Muhammad Lewat Medsos, Tak Disangka Ini Motif Pelaku


SURATKABAR.ID – Proses hukum oknum polisi berpangkat Ajun Inspektur Dua (Aipda) berinisial SP, yang kedapatan menghina Nabi Muhammad melalui media sosial (medsos) dikebut polisi. Menurut hasil penyelidikan, akhirnya terkuak alasan pelaku dengan begitu berani menghina nabi.

Diwartakan JawaPos.com pada Jumat (31/8/2018), SP yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian tersebut mengunggah sebuah tulisan melalui akun Facebook miliknya. Adapun bunyi postingan SP berisi ujaran yang menyinggung umat Islam.

Melalui unggahannya, ia mengolok-olok Nabi Muhammad. Sontak postingan tersebut memancing reaksi dari para penghuni jagad maya. Pada Kamis (23/8) malam, aparat kepolisian langsung mengamankan anggota Sabhara Polres Asahan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Asaham AKP Arif, melalui Kanit Jatanras Polres Asahan Ipda M Khomaini buka suara membeberkan motif pelaku hingga berani mengunggah tulisan berisi ujaran kebencian di akun miliknya.

Menurut dugaan, pelaku menyimpan dendam lantaran sebelumnya ia mendapati postingan orang lain yang menghina kepercayaannya. “Tersangka melakukan hal tersebut karena melihat postingan yang berisikan penghinaan terhadap kepercayaannya,” jelas Khomaini pada Jumat (31/8).

Baca Juga: Hina Nabi Muhammad, Warga Pekanbaru Dibantai Partisan ISIS

Lebih lanjut, Khomaini mengungkapkan Bribda SP sudah ditahan. Sementara itu, proses hukumnya dipastikan akan dilanjutkan hingga tuntas. Terkait hal tersebut, Polres Asahan telah memanggil sejumlah saksi ahli serta menyita barang bukti.

Atas perbuatannya, Bripda SP terancam hukuman penjara selama 6 tahun karena diduga melanggar Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 Juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 16 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis subside Pasal 156a KUHPidana.

Saat ditanyai kemungkinan pelaku lolos dari jeratan hukum, Khomaini menegaskan pihak kepolisian akan bersikap adil. “Kita tidak akan tebang pilih dengan pelaku yang bisa mengancam ketertiban masyarakat. Akan kita proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.