Terkait Kasus Munir, Kapolri Lihat Peluang Lanjutkan Pengusutan yang Masih Janggal

SURATKABAR.IDTerdakwa kasus pembunuhan pegiat hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib, Pollycarpus Budihari Prijanto kini sudah bebas murni.

Meski begitu, sebagian kalangan manilai perkara itu belum tuntas karena masih menyisakan sejumlah kejanggalan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavia menjanjikan akan memerintahkan Kabareskrim Irjen Arif Sulistyanto agar mencari bukti baru.

Hal itu dilakukan guna membuka peluang melanjutkan kasus ini. Apalagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan agar perkara itu dituntaskan.

“Nanti saya akan minta kepada Kabareskrim yang baru pak Arif untuk melakukan penelitian kasus itu,” ujar Tito setelah meresmikan Gedung Promoter RS Bhayangkara TK IR Said Sukanto, Jakarta Timur, dikutip CNNIndonesia.com, Jumat (31/8/2018).

Baca juga: Tolak Penghargaan dari Cak Imin, Istri Munir Beri Pernyataan Menohok

Tito menyatakan akan meminta masukan terlebih dahulu pada Arif apakah kasus ini bisa dilanjutkan.

“Apakah kasus itu masih bisa untuk dikembangkan atau memang sudah seperti itu. Nanti saya akan mendapatkan masukan dari Pak Kabareskrim,” lanjutnya.

Pengusutan pembunuhan Munir sebelumnya ditangani mantan Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto, yang saat ini telah menjabat sebagai Wakapolri.

Kala itu, Tito menugaskan Ari menelisik dokumen hasil penyelidikan Tim Pencari Fakta (TPF) kasus pembunuhan Munir Said Thalib, yang saat ini tidak jelas statusnya apakah hilang atau sengaja disembunyikan.

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono bahkan pernah meminta dokumen TPF diungkap, tapi sampai sekarang tak kunjung terjadi.

Padahal putusan sidang sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) menyatakan dokumen TPF Munir boleh diakses publik.

Pemerintah mengaku tak tahu keberadaan dokumen tersebut. Menteri Sekretaris Negara era SBY Sudi Silalahi mengaku sudah menyerahkan dokumen TPF Munir kepada Presiden Jokowi. Sayangnya hingga kini isi dokumen tersebut tak juga terungkap.