5 Fakta Terbaru Gempa Lombok, 32.129 Rumah Rusak serta Ratusan Gempa Susulan


SURATKABAR.ID – Gempa susulan masih terus terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pada Kamis kemarin (30/08/2018), pukul 7.10 Wita, gempa susulan berkekuatan 4,6 Skala Richter (SR) telah terjadi. Hari ini, Jumat (31/08/2018) tepatnya pukul 09.37 WIB, gempa susulan dengan magnitudo 5,1 juga kembali mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Meski tidak berpotensi tsunami, warga yang sudah mulai menjalankan rutinitas otomatis berhamburan keluar dan menghindari bangunan. Ratusan insinyur muda dikerahkan untuk membantu pembangunan Risha (rumah instan sederhana sehat) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Mengutip laporan Detik.com, Jumat (31/08/2018), berikut adalah fakta-fakta terbaru mengenai bencana gempa bumi di Lombok.

  1. Gempa susulan 4,6 SR guncang Lombok

Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan pusat gempa pada Kamis pagi (30/08/2018), berada di koordinat 8.30 LS dan 116,08 BT.

Baca juga: Terkait Korban Gempa Lombok, Fahri: Nampaknya Pemerintah Pusat Mau Lepas Tangan

“Tepatnya di laut pada jarak 23 kilometer arah barat laut kabupaten LombokUtara, pada kedalaman 11 k,” ujar Agus Riyanto, Kepala Stasiun Geofisika Mataram. Berdasar lokasi titik pusat gempa dan kedalamannya, gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik busur belakang flores, papar Agus.

Guncangan gempa terasa wilayah Lombok Utara, Lombok Barat dan Kota Mataram II SIG (III MMI). Selain itu di Kabupaten Lombok Tengah I SIG (II MMI). Kerusakan akibat gempa tersebut masih belum diketahui secara rinci.

  1. Dalam satu bulan, 1.973 gempa susulan terjadi di Lombok

Menurut catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), total keseluruhan gempa bumi yang mengguncang Lombok selama satu bulan terakhir berjumlah 1.973 gempa bumi.

“Total keseluruhan dari tanggal 29 Juli 2018 berjumlah 1.973 gempabumi,” ungkap Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, Kamis (30/08/2018).

Sampai tanggal 30 Agustus pukul 07:00 WIB, BMKG mencatat ada 595 Foreshock. Gempa susulan tanggal 5 Agustus sebanyak 914 gempa dan gempa susulan tanggal 19 Agustus berjumlah 462 gempa. Hingga saat ini gempa susulan masih terjadi. Gempa bumi susulan magnitudo 4,6 kembali mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat ( NTB), Kamis (30/08/2018) pukul 07.10 WITA. Dan yang terbaru adalah pukul 09.37 WIB tadi, gempa susulan terjadi dengan magnitudo 5,1.

  1. Pemerintah kirim 400 insinyur muda ke Lombok

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan pengiriman 400 insinyur muda CPNS Tahun 2017 ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Para insinyur muda tersebut diminta untuk mendampingi masyarakat setempat untuk membangun rumah tahan gempa.

“Mereka akan bersama-sama ribuan fasilitator dan masyarakat untuk pembangunan dan perbaikan sekitar 74.000 rumah yang rusak,” imbuh Presiden Jokowi melalui akun resmi Facebook, Rabu (29/08/2018).

“Setelah gempa bumi yang datang berkali-kali dan meninggalkan kerusakan berarti, kini saatnya membangkitkan Nusa Tenggara Barat kembali,” imbuhnya.

Perbaikan rumah-rumah dan fasilitas umum yang rusak pun akan dimulai pada tanggal 1 September 2018.

  1. 32.129 rumah rusak telah terverifikasi oleh BNPB

Data sementara BNPB terkait kerusakan rumah di Lombok, NTB, adalah sebanyak 83.392 unit dan 32.129 rumah rusak sudah terverifikasi. Dari yang telah terverifikasi, 16.231 rumah mengalami rusak berat. Sedangkan sisanya mengalami rusak sedang dan ringan.

“Pendataan dan verifikasi rumah akibat gempa terus dilakukan di tujuh kabupaten/koya di Pulau Lombok dan Sumbawa,” ujar Kepala Pysat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (29/08/2018).

Menurut Sutopo, angka ini masih mungkin bertambah karena proses verifikasi terus dilakukan.

“Petugas dari dinas pekerjaan umum, badan penanggulangan bencana daerah dan relawan masih melakukan pendataan. DI beberapa daerah juga dicantumkan foto rumahnya,” tutur Sutopo.

  1. 250 miliar untuk perbaikan rumah di Lombok, NTB

Upaya pemerintah untuk segera memperbaiki rumah korban gempa di Lombok terus dilakukan. Dana 250 miliar pun telah digelontorkan untuk mempercepat proses pembangunan rumah milik korban gempa.

“Upaya mempercepat perbaikan rumah terus dilakukan BNPB sudah mengajukan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan untuk perbaikan rumah,” sebut Sutopo, Rabu (29/08/2018).

RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) telah dibangun sebanyak 20 unit di beberapa lokasi gempa. RISHA sendiri merupakan rumah contoh dengan teknologi tahan gempa.

Gempa Susulan Pukul 09.37 WIBB

Gempa bumi dengan magnitudo 5,1 kembali mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (31/08/2018) pukul 09.37 WIB. Warga yang tengah menjalani rutinitasnya sontak berhamburan ke luar dan menjauh dari bangunan. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa berada pada 8.37 LS,116.06 BT atau 23 km Barat Laut Mataram, NTB, dengan kedalaman 10 km.

Gempa bumi juga dirasakan di Denpasar, Kuta, Karangasem II SIG-BMKGII (III MMI), Mataram, Lombok Barat II SIG-BMKG (III MMI), Lombok Utara II SIG-BMKG (IV MMI), Lombok Tengah, Lombok Timur I SIG-BMKG (II MMI).