Bawaslu Sebut Hasil Rapat Kasus Mahar Sandiaga Uno Akan Disampaikan Hari Ini


SURATKABAR.ID Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) menunda rapat pleno untuk memutuskan lanjutan kasus dugaan mahar politik yang melibatkan bakal calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno.

Sedianya rapat digelar hari ini, Kamis (29/8/2018), namun terpaksa ditunda lantaran kajian mengenai kasus tersebut belum tuntas.

Dilansir CNNIndonesia.com, Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan rapat semalam dilaksanakan tertutup di Hotel Mercure, Taman Sari, Jakarta Barat, Kamis (30/8/2018), sekitar pukul 22.00 WIB.

Fritz mengatakan rapat semalam digelar agak larut karena menunggu komisioner yang belum tiba di Jakarta, yakni Mochamad Afifuddin dan Rahmat Bagja. Oleh karena itu, pihaknya sejak kemarin belum menggelar rapat pleno terkait masalah ini.

Meski rapat pleno digelar malam hari ini, kata Fritz, namun hasilnya akan disampaikan Jumat (31/8) siang, di kantor Bawaslu di Jalan MH Thamrin, Nomor 14, Jakarta Pusat.

“(Disampaikan) setelah salat Jumat,” imbuhnya.

Baca Juga: Mangkir dari Bawaslu untuk Ketiga Kalinya, Ini Alasan Andi Arief

Federasi Indonesia Bersatu (Fiber) melapor ke Bawaslu terkait dugaan kasus mahar politik dari Sandiaga Salahudin Uno ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang disampaikan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief.

Andi menyebut PKS menerima Rp500 miliar dan PAN sebanyak Rp500 miliar. Selanjutnya, Bawaslu pun memanggil Andi untuk memberikan keterangan.

Namun, selama tiga kali panggilan oleh Bawaslu, Andi selalu mangkir.

Meski demikian, Fritz menegaskan pihaknya tak bisa memaksa Andi Arief untuk bersaksi dalam kasus dugaan mahar politik tersebut.

Hal ini karena Bawaslu bukan lembaga penyidik. Oleh karena itu, untuk meminta kesaksian Andi Arief, Bawaslu menggunakan istilah ‘mengundang’ alih-alih memanggil.

Hal itu, telah diatur dalam Peraturan Bawaslu (Perbawaslu) nomor 7 tahun 2018 tentang penanganan temuan dan laporan pelanggaran pemilu.