Polwan Cantik Nekat Susui Bayi ‘Kotor’, Aksi Spontannya Langsung Viral


SURATKABAR.ID – Seorang polisi wanita (polwan) terekam kamera tengah menyusui bayi terlantar di rumah sakit. Polwan berparas cantik asal Argentina tersebut mengaku naluri keibuannya muncul ketika mendapati si bayi terlihat begitu menderita karena kelaparan.

Polwan cantik bernama Celeste Jacqueline Ayala ini, seperti yang dilansir dari laman Grid.ID pada Selasa (28/8/2018), awalnya hanya bertugas menjaga rumah sakit anak Sor Maria Ludovica di Buenos Aires. Hingga tiba-tiba seorang petugas medis datang dengan bayi malang tersebut.

Ayala pun segera meminta kepada petugas medis untuk menggendong si bayi yang menurut staf rumah sakit tengah dalam kondisi ‘kotor serta bau’. Tanpa pikir panjang, ia menyodori si bayi malang di gendongannya ASI.

“Saya melihat bayi itu kelaparan, karena tangannya dimasukkan ke mulut. Jadi saya memeluk dan menyusuinya,” ungkap Ayala yang mengaku naluri sebagai ibu muncul tanpa disangka-sangka begitu melihat bayi tersebut kepada media lokal.

Lantaran aksi spontannya tersebut, foto sang polwan yang diunggah ke media sosial oleh salah seorang pengguna bernama Marcos Heredia melalui akun Facebook miliknya langsung dibanjiri pujian. Banyak yang mengaku terharu melihat pemandangan unik itu.

Baca Juga: Waduh! Iseng Baca Pesan WhatsApp Sang Putri, Seorang Ayah Malah Temukan Hal Tak Terduga

Polwan cantik ini mengungkapkan bahwa semua bayi harus menerima kasih sayang dan cinta melimpah dari orang-orang terdekatnya. “Momen itu sungguh sedih. Hati saya hancur. Masyarakat harus peka terhadap masalah yang terjadi pada anak-anak,” tuturnya.

Begitu diunggah, postingan foto Heredia langsung viral dan merebut reaksi positif dari para pengguna jagad maya. Hingga berita diturunkan, foto Alaya sudah mengantongi lebih dari 160.000 likes dan dibagikan ulang sebanyak 113.000 kali.

Saya ingin menunjukkan sebuah peristiwa cinta,” demikian bunyi caption yang disertakan oleh Heredia di akun Facebook miliknya menggambarkan betapa menyentuh aksi polwan yang secara spontan mendonorkan ASI kepada bayi yang tidak memiliki hubungan darah dengannya.

Mengenai donor ASI, sebenarnya siapa sajakah yang berhak mendapatkannya? Dilansir Grid.ID dari situs AIMI-ASI.org, bayi manapun dapat menjadi penerima donor ASI jika memiliki kondisi seperti yang disebutkan di bawah ini:

1. Bayi mengalami kelainan metabolisme bawaan. Dengan kata lain, bayi menderita galaktosemi, penyakit urip sirup maple, dan fenikotenouria.

2. Bayi yang terlahir dengan berat badan sangat rendah, kurang dari 1500 gram, atau bayi yang lahir secara prematur di bawah usia kehamilan 32 minggu.

3. Bayi dengan gangguan peningkatan kebutuhan glukosa. Dengan kondisi tersebut, bayi berisiko mengalami hipoglikema jika kadar gula darah merespons pemberian ASI.

4. Bayi yang mengalami hilangan cairan akut hingga ia membutuhkan asupan ASI yang lebih banyak.

5. Bayi yang mengalami penurunan berat badan hingga 7-10 persen dalam 3-5 hari lantaran mengalami laktogenesis II.

6. Bayi yang buang air besar berupa mekonium pada hari ke-5 pasca persalinan.

Adapun alasan lain yang menyebabkan bayi bisa menerima donor ASI adalah adanya gangguan kesehatan si ibu ketika menyusui. Bayi dengan ibu yang positif HIV juga bisa masuk dalam penerima donor ASI. Selain itu, donor ASI bisa diberikan kepada bayi ketika si ibu mengalami sakit berat yang menyebabkan gangguan psikologis serta adanya infeksi virus herpes, infeksi varicella zoster sebelum dan setelah melahirkan.