Rizal Ramli: Melarang Gerakan Aspirasi Publik Adalah “Kampanye” Terburuk untuk Jokowi


SURATKABAR.ID Mantan Menteri Keuangan sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli memberikan komentar tajam terkait pelarangan diskusi dan gerakan yang dilakukan oleh masyarakat.

Ia mengatakan bahwa apa yang terjadi belakangan ini merupakan “kampanye” terburuk untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menghadapi Pilpres 2019.

Rizal mengingatkan bahwa dirinya dan rekan-rekannya pernah berjuang melawan pemimpin otoriter hingga harus menerima hukuman penjara.

Baca Juga: Tegaskan Banser Tak Terlibat Kisruh di Aksi #2019GantiPresiden, Ini Kata Gus Yaqut

“Mas @jokowi, melarang diskusi2 dan gerakan2 aspirasi publik adalah “kampanye” terburuk untuk mas @jokowi. Kami dan banyak kawan2 melawan sikap2 otoriter, bahkan sampai di penjara 1,5 tahun. Jangan tarik mundur demokrasi. You are in power, tlg pakai cara2 elegan,” tulis Rizal Ramli lewat akun Twitternya @RamliRizal, Minggu (26/8/2018).

Sebelumnya, Polisi tidak mengeluarkan ijin kegiatan diskusi yang akan dihadiri Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet karena adanya penolakan dari sekelompok ormas dan organisasi kepemudaan. “Kalau giat tersebut akan berlangsung di Babel, dikhawatirkan akan mengganggu situasi Kamtibmas di Babel yang sudah kondusif,” kata Abdul Munim saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (24/8/2018), dikutip dari kompas.com.

Massa yang menolak adanya diskusi tersebut melakukan demonstrasi di depan Mapolda Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (24/8/2018) siang.

“Kami menolak karena belum ada ketentuan KPU terkait aturan kampanye. Sementara diskusi yang hendak mereka hadiri mengusung tema pada 2019 ganti presiden,” kata Koordinator Aksi yang mengatasnamakan perwakilan mahasiswa dan resimen Yudha Putra PPM, Rikky Fermana.

Selain itu, aktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman gagal mendatangi sebuah acara di Pekanbaru untuk mendeklarasikan gerakan tersebut. Neno tiba di bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada Sabtu petang dengan menggunakan penerbangan Batik Air dari bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Namun, mantan artis tahun 80-an tersebut tidak bisa keluar dari lingkungan bandara.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPunya Pandangan Berbeda, Ini Kata KPU Soal Pro-Kontra #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode
Berita berikutnyaDin Syamsuddin Sebut Meiliana Dianggap Menista Agama Jika…