Bukan Nyamuk atau Kecoak, Atlet Uzbekistan Akui Cuma Ketemu Satu Hewan di Wisma Atlet: That’s Fine


SURATKABAR.ID – Bukannya mengeluh seperti delegasi Korea yang menganggap fasilitas di Wisma Atlet Kemayoran jauh lebih buruk daripada penjara, altet Asian Games 2018 dari cabang olahraga renang asal Uzbekistan, Aleksey Tarasenkou malah mengaku puas selama tinggal di sana.

Aleksey, seperti yang dilansir dari laman Tempo.co, Minggu (26/8/2018), mengaku sama sekali tidak menemukan serangga seperti nyamuk maupun kecoak di Wisma Atlet. Ia hanya bertemu dengan beberapa kucing. Dan hal tersebut sama sekali bukan masalah besar baginya.

“Cuma ada beberapa kucing, but that’s fine,” ujar Aleksey ketika ditemui di Setu Babakan, Kampung Betawi, Jakarta Selatan pada Minggu (26/8).

Ia bahkan mengaku sangat senang selama tinggal di pemondokan atlet tersebut. Di sana ia dapat bertemu dengan banyak atlet dari negara dan ras lain. Dan mengenai fasilitas, Aleksey sama sekali tidak mempermasalahkan kekurangan yang ada di Wisma Atlet Kemayoran.

Yang mengejutkan, Aleksey bahkan menilai fasilitas Wisma Atlet Kemayoran bisa dibilang sudah bertaraf high level facility alias fasilitas level tinggi.

Baca Juga: Keluhan di Wisma Atlet Asian Games, Disebut-Sebut Lebih Buruk dari Penjara

Pengakuan senada terkait Wisma Atlet turut disampaikan oleh Richelle Piollo, International Volunteer Asian Games 2018 asal Filipina. Richelle mengungkapkan tidak ada nyamuk maupun kecoak di sana. “Tidak, sejauh ini sangat baik di sana,” ungkapnya.

Seperti yang diketahui, sebelumnya ramai diberitakan bahwa berbagai keluhan terkait Wisma Atlet banyak disampaikan atlet-atlet yang tinggal di lokasi tersebut. Salah satunya atlet wushu Indonesia, Lindswell Kwok.

Atlet peraih medali emas di Asian Games ini mengaku tak pernah membuka pintu kamarnya terlalu lama karena takut nyamuk-nyamuk bakal masuk. “Nyamun sih, banyak di kamar. Kalau kecoak di kamarku nggak ada,” jelas Lindswell, Senin lalu.

Sementara untuk keluhan adanya serangga kecoak di Wisma Atlet disuarakan oleh salah seorang pelatih cabang olahraga bola basket dari Korea Selatan. Sebelumnya diberitakan oleh The Korean Times pada 19 Agustus lalu, pelatih tim tersebut mengaku terkadang mendapati kecoak berkeliaran di kamar para atlet.

Pelatih tersebut bahkan mengungkapkan betapa buruknya fasilitas kamar di Wisma Atlet Kemayoran. Ia sampai menyebut kondisinya jauh lebih buruk dari penjara. “Rasanya seperti kami datang untuk kamp pelatihan, bukan Asian Games,” tukasnya, dikutip dari koreantimes.co.kr, Selasa (21/8).