Bukan untuk Kampanye, Ini Alasan Kubu Jokowi Gelar Derap Milenial


SURATKABAR.ID – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin menggelar acara bertajuk Demokrasi Rakyat Para Milenial alias Derap Milenial pada Minggu (26/8/2018).

Kegiatan yang digelar di kantor DPP Partai Perindo, Jalan Diponegoro, Jakarta tersebut, menurut Direktur Program TKN Aria Bima bukan sebagai kampanye untuk mendulang suara milenial.

Aria mengatakan, mereka yang hadir dalam acara tersebut adalah relawan-relawan yang sebelumnya telah tergabung mendukung Jokowi-Ma’ruf.

“Ini bukan kampanye, di acara ini yang kita undang hanya relawan-relawan yang sudah ada,” tutur Aria di kantor DPP Partai Perindo, Minggu (26/8/2018), dikutip dari tempo.co.

Baca juga: Gerakan #2019GantiPresiden Dapat Penolakan, Sandiaga Uno Beri Komentar Begini

Dalam acara tersebut, mereka yang hadir disuguhi hiburan musik, bazar kuliner, serta flash mob. Menurut Aria, hal ini adalah bentuk perayaan HUT RI ke-73 dan bertujuan untuk meningkatkan kekompakan komponen parpol dan relawan.

“Acara ini ibarat untuk ngumpulke balung yang masih terpisah-pisah. Ini ada kaki, leher, tangan, tapi belum nyatu,” lanjut Aria.

Selain sejumlah relawan, kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Jenderal Partai Perindo Ahmad Rofiq, Wasekjen Perindo Debora Debby Wage, Politikus PDIP Ruhut Sitompul, Ketua DPRD DKI Prasetyo dan juga Wakil Direktur Penggalangan Pemilih Muda TKN Kirana Larasati.

Kirana sendiri mengakui bahwa saat ini timnya juga masih menyiapkan program terbaik untuk menggalang suara dari para pemilih muda. “Beberapa program untuk pemilih milineal sedang kita godok,” aku Kirana.

Meski begitu, Kirana belum membocorkan program apa saja yang khusus dirancang untuk para kaum muda. Ia pun menegaskan bahwa Derap Milenial bukanlah bagian dari program yang dirancangnya.

“Tapi acara ini bukan bagian dari penggalangan milenial itu. Ini cuman untuk senang-senang aja,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Abdul Kadir Karding mengatakan, pihaknya telah menyiapkan program pelatihan dan workshop vokasional untuk anak-anak muda.

“Sehingga pascatamat, sudah punya skill untuk langsung bekerja. Program yang sudah ada seperti BLK juga akan dilanjutkan,” tutur Karding di tempat yang sama.