Lihat Kepribadian dari 6 Cara Habiskan Uang, Kamu Termasuk yang Mana?



SURATKABAR.ID – Sejak dulu, sudah menjadi rahasia umum bahwa kurangnya kemampuan mengelola keuangan dapat menjerumuskan orang ke dalam jeratan utang. Adalah sah-sah saja jika ingin menikmati hidup sesuai tren yang sedang in saat ini, namun tak ada seorang pun yang ingin kebablasan. Ini berarti mengatur keuangan dengan baik dengan tidak berlaku boros merupakan hal penting agar masa depan cerah dengan keuangan yang stabil.

Meski begitu, perbedaan dalam cara menggunakan uang kerap menjadi sumber masalah bagi banyak orang. Ada yang mampu dengan mudahnya berlaku hemat sedangkan di lain pihak sebagian orang malah mengalami kesulitan dalam pengaturan keuangan sehari-harinya.

Penasarankah Kamu dengan seperti apa kepribadianmu soal keuangan? Melansir laporan Ekonomi.Kompas.com, Minggu (26/08/2018), situs keuangan Cermati.com menyebutkan bahwa kepribadian seseorang dalam hal keuangan bisa dilihat dari cara menggunakan atau menghabiskan uangnya. Bagaimana denganmu, termasuk yang manakah Kamu? Simak keenam ulasannya sebagai berikut.

  1. Sulit Mengatur Belanja Bulanan, Berarti Tidak Pintar Manajemen

Berbicara mengenai manajemen tentunya tak melulu hanya pembahasan mengenai waktu. Manajemen keuangan pun sangat diperlukan dalam kehidupan orang sehari-hari. Bagi Kamu yang sering kesulitan mengatur anggaran bulanan, berarti Kamu masuk dalam kategori yang satu ini. Agar pengaturan belanja sesuai dengan anggaran dan menjadi lebih mudah, buatlah catatan keuanganmu secara terperinci.

Baca juga: Dipercaya Membawa Keberuntungan, Inilah 7 Fakta Unik Patung Kucing ‘Maneki Neko’

Catat anggaran tersebut di awal bulan dan jadikan catatan itu sebagai pedomanmu menggunakan uang. Hal ini diperlukan agar kondisi keuanganmu tetap stabil serta tidak besar pasak daripada tiang. Jika godaan belanja bertebaran dimana-mana bangun benteng yang kuat agar tak mudah tergoda untuk berbelanja lebih dari yang sudah dianggarkan. Biasakan diri untuk menahan godaan “lapar mata” dan belanjakan uangmu hanya untuk barang benar-benar dibutuhkan saja.

  1. Mengedepankan Keinginan, Artinya Sulit Menahan Nafsu Duniawi

Masih berhubungan dengan poin nomor satu, tanpa disadari masih ada sebagian orang yang lebih mengedepankan keinginan ketimbang kebutuhannya sendiri. Hal ini dapat dibuktikan saat seseorang berbelanja di supermarket atau mall, di mana orang itu rela belanja kebutuhan utama sehemat mungkin sementara uang sisa belanjaannya dipakai untuk beli barang yang sebenarnya kurang penting.

Jika hendak ditelaah lebih lanjut, hal ini sama saja dengan buang-buang uang. Kendalikan nafsu belanjamu karena jika sulit bagimu untuk menahannya maka dapat dipastikan bahwa kondisi keuanganmu bisa terombang-ambing. Buat batasan waktu saat berbelanja agar tak tergoda untuk melihat barang-barang yang sebenarnya tidak Kamu butuhkan.

  1. Enggan Menabung, Tandanya Menolak Kemakmuran di Masa yang Akan Datang

Semakin bertambah banyak usiamu bukankah seharusnya sudah punya uang tabungan sendiri? Entah itu besar atau pun kecil, sudahkah Kamumemiliki tabungan? Berapa jumlah yang berhasil dikumpulkan?

Pasalnya, menabung ini sangat penting untuk masa depan. Bayangkan saja kalau ingin membeli sesuatu tapi tak punya uang. Sampai kapanpun Kamu mungkin tidak akan bisa mendapatkan barang tersebut. Jika masa muda hanya dihabiskan untuk bersenang-senang tanpa memikirkan tabungan hari tua, itu tandanya Kamu sudah menolak kemakmuran di masa yang akan datang tanpa Kamu sadari.

  1. Suka Kongko, Berarti Sulit Membatasi Diri Sendiri

Kongko yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti “bercakap-cakap yang tidak ada artinya; mengobrol” dan “duduk santai dengan pembicaraan yang tidak menentu ujung pangkalnya (beberapa orang bersama-sama)” seolah sudah menjadi trend an kebutuhan dewasa ini.

Sejatinya, boleh-boleh saja sesekali kongko bersama teman di kafe atau restoran sebaagi bentuk refreshing dan rekreasi. Namun batasi saja kegiatan ini sebanyak seminggu sekali atau sebulan sekali, itu sudah cukup. Jangan buat kongko jadi kebiasaan atau rutinitas hampir setiap hari karena ini tentu bukan hal baik.

Kamu bisa menghitung berapa banyak uang sudah dihabiskan hanya untuk kongko tersebut. Dengan begitu, Kamu akan menyadari betapa banyak uang yang sudah dihamburkan hanya sekadar untuk kongko.

Menolak ajakan teman untuk kongko terkadang akan membuatmu merasa tidak nyaman. Namun, tak ada salahnya sesekali menolak dan membatasi jumlah kongko demi kesehatan keuangan. Namun bagaimana jika ternyata Kamu tak pernah bisa menolak ajakan untuk kongko? Itu artinya Kamu masih kesulitan membatasi diri.

  1. Tak Patuh pada Keuangan Pribadi, Pertanda Kurang Bertanggung Jawab

Meski sudah punya pekerjaan yang mapan di usia muda, bukan berarti Kamu bisa seenaknya terhadap uang pribadi. Hidup ini memang hanya sementara, tapi yang namanya finansial tetap harus dijaga dengan baik agar tidak kebablasan saat mengelola uang.

Pikirkan kehidupan seperti apa yang Kamu inginkan di masa mendatang dan ketahui segera strategi yang dapat merancang keuanganmu untuk memenuhi goal tersebut dalam jangka panjang. Bertanggung jawab secara finansial berarti Kamu sudah bertanggung jawab kepada diri sendiri. Sikap inilah yang akan menuntunmu pada kesuksesan finansial kelak.

  1. Memborong Barang Diskon, Menunjukkan Kamu Mudah Kalap

Bisa dikatakan bahwa semua orang menyukai diskon karena belanja barang kortingan membuatmu bisa berhemat lebih banyak uang. Ini memang masuk akal. Meski begitu, ada kondisi dimana seseorang sulit mengontrol keinginannya untuk belanja, sehingga semua barang diskon diborong begitu saja tanpa memerhatikan manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari.

Orang yang mudah kalap atau lupa diri saat melihat barang-barang yang didiskon ini bisa belajar untuk lebih menenangkan diri. Telaah terlebih dahulu barang diskon yang hendak Kamu beli dari segi manfaatnya. Apakah benar-benar dibutuhkan?

Demi keuangan yang stabil, ubah caramu mengatur keuangan dengan segera. Belajar lagi manajemen keuangan dan terus melatih diri untuk mengatur kondisi finansialmu agar tetap sehat. Perbaiki strategi keuanganmu dan dapatkan cara yang sesuai bagimu agar perekonomian pribadimu tetap stabil baik hari ini, esok maupun nanti di kemudian hari.