9 Penyebab Cedera Kram Otot Seperti yang Dialami Anthony Ginting


SURATKABAR.ID – Pada final beregu putra Asian Games 2018, Rabu (22/08/2018) malam, atlet bulu tangkis Indonesia Anthony Ginting mengalami cedera kram otot. Anthony terpaksa mundur dari pertandingan melawan Shi Yuqi yang merupakan pemain Tiongkok. Insiden cedera tersebut terjadi menjelang akhir gim ketiga. Alhasil Anthony Ginting harus ditandu keluar lapangan. Tak pelak, wasit pun kemudian memutuskan kemenangan bagi Shi Yuqi.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari American Academy of Orthopedics Surgeons, kram otot adalah kontraksi involunter (tidak diperintah—tanpa disadari dan tak bisa dikontrol oleh otak) dari otot yang terjadi secara tiba-tiba.

Ditukil dari laporan JPNN.com, Sabtu (25/08/2018), kram otot dapat terjadi pada otot manapun dalam kontrol volunter Anda, yakni otot skeletal. Namun, kram otot juga sering menyerang otot betis, otot di belakang paha, dan di paha depan.

Contohnya seperti otot skeletal pada lengan dan kaki, akan mengalami kontraksi dan relaksasi bergantian saat Anda perintahkan untuk menggerakkan tungkai. Jika kontraksi terjadi tanpa diperintah, akan timbul spasme. Spasme yang kuat dan berkepanjangan itulah yang dikenal dengan kram.

Otot yang kram sering kali akan teraba keras atau terlihat mengeras. Kram otot dapat terjadi selama beberapa detik hingga 15 menit, dan terkadang lebih lama. Umumnya, rata-rata kram otot terjadi dalam 9 menit. Dan hampir semua orang (sekitar 95%) di dunia ini pasti pernah mengalami kram otot alias spasme yang kuat.

Baca juga: Blak-blakan! Via Vallen Ungkap Fakta Sebenarnya Soal Lipsync lagu Asian Games 2018

Lantas apa saja penyebabnya? Ada banyak hal di balik terjadinya kram otot, berikut beberapa di antaranya:

  1. Idiopatik (penyebab yang tidak diketahui)

Terdapat beberapa teori mengenai munculnya kram otot idiopatik, seperti aktivitas saraf yang abnormal, pengurangan aliran darah mendadak pada bagian otot tersebut, dan aktivitas berlebih pada otot.

  1. Olahraga, aktivitas dan cedera

Kemungkinan besar, hal inilah yang memicu kram otot kaki pada Anthony Ginting. Saat berolahraga atau beraktivitas secara berlebihan, pengurangan kadar oksigen otot dapat terjadi. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan sisa metabolisme dan menyebabkan spasme.

Anda juga lebih berisiko alami kram jika jarang melakukan latihan stretching, padahal peregangan ini berfungsi utnuk “memanjangkan” otot sehingga dapat berkontraksi dengan kuat saat berolahraga.

  1. Kelelahan otot

Otot yang lelah seperti saat terlalu lama duduk atau tidur—dalam waktu yang lama dan di posisi yang tidak tepat—juga dapat menimbulkan kram. Begitu juga dengan penggunaan otot yang sama berulang-ulang. Saat terjadi cedera, misalnya patah tulang, kram otot juga dapat terjadi sebagai mekanisme perlindungan diri.

  1. Dehidrasi dan kekurangan elektrolit

Beraktivitas di suhu yang panas sering kali menyebabkan dehidrasi akibat kehilangan cairan tubuh dan elektrolit melalui keringat. Kurangnya natrium, kalium, magnesium, dan kalsium dapat memicu kram otot. Hal ini berhubungan dengan peningkatan rangsangan terhadap saraf dan otot.

Kalsium dan magnesium rendah sering kali ditemukan pada wanita hamil, sehingga kehamilan juga sering diasosiasikan dengan kram otot.

  1. Kurang vitamin

Terutama vitamin B1, B5, dan B6. Namun, hubungan antara kekurangan vitamin dan kram otot masih kurang jelas.

  1. Perubahan suhu

Paparan terhadap suhu dingin, misalnya air dingin, terutma secara tiba-tiba, sering kali juga menyebabkan timbulnya kram otot.

  1. Kondisi neurologis tertentu

Terutama masalah pada saraf di kaki, misalnya motor neuron disease atau neuropati perifer.

  1. Kondisi medis lainnya

Misalnya masalah pada aliran darah (seperti peripheral artery disease), penyakit ginjal, penyakit pada kelenjar tiroid, multipel sklerosis, sirosis, dll.

  1. Obat-obatan tertentu

Obat-obatan yang dimaksud yakni adalah antipsikotik, pil KB, diuretik, obat golongan statin, steroid.

Demikianlah beberapa penyebab yang bisa jadi menyebabkan timbulnya kram otot, seperti yang terjadi pada atlet bulu tangkis, Anthony Ginting. Perhatikan faktor-faktor tersebut di atas, agar Anda tidak mengalami kondisi serupa.

Mengutip laporan CNNIndonesia.com, Sekretaris Jenderal PP Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Achmad Budiharto mengungkapkan bahwa kram yang dialami Ginting cukup parah, namun dia juga memastikan kalau Anthony akan segera pulih.

“Saat ini, kondisinya sudah membaik. Sudah bisa berjalan lagi dan sudah bisa makan,” ujarnya dilansir dari Antara.

“Rasa sakit akibat kram dirasakan paling kuat di betis. Apalagi, Ginting juga mengalami dehidrasi sehingga tarikan kram semakin kuat,” imbuhnya kemudian.

Selain melibatkan fisioterapis, pemulihan juga dilakukan dengan menjaga elektrolit tubuh, asupan gizi dan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.