9 Tips Efektif Atasi Gangguan Mendengkur Saat Tidur


SURATKABAR.ID – Di antara sekian banyak gangguan tidur yang ada, mendengkur merupakan salah satu kondisi yang kerap dialami banyak orang. Tak hanya mengganggu orang lain, ternyata mendengkur juga bisa menjadi indikasi masalah kesehatan seseorang.

Seperti diketahui, sudah menjadi rahasia umum bahwa mendengkur merupakan salah satu gejala sleep apnea alias berhenti nafas saat tidur.

Mengutip laporan TribunNews.com, Sabtu (25/08/2018), kondisi sleep apnea terjadi akibat sempitnya saluran nafas, sehingga kendati dada naik turun berusaha untuk bernafas, tetap tak ada udara yang lewat. Berikut ini ada beberapa tips efektif untuk mengatasi dengkuran dengan beberapa perubahan gaya hidup sederhana.

  1. Pertahankan berat badan dengan diet yang sehat

Kelebihan berat badan dapat membuat seseorang mendengkur—bahkan meskipun kenaikan tersebut hanya dalam beberapa kilogram sekalipun. Jaringan lemak di leher akan mempersempit dan mencegah udara mengalir keluar masuk dengan bebas. Alhasil, terjadilah dengkuran.

Baca juga: Hati-Hati! Perubahan Pada Suara Anda Bisa Jadi Gejala 6 Penyakit Serius Ini

  1. Cobalah tidur dengan posisi menyamping

Cobalah untuk tidur dengan posisi menyamping. Saat tidur telentang, lidah, dagu dan jaringan lemak berlebih di bawah dagu bisa menekan otot saluran pernapasan dan menyebabkan dengkuran. Tidur dengan posisi menyamping bisa mencegah hal itu terjadi.

  1. Tinggikan posisi kepala

Saat tidur, biasakan kepala diletakkan di posisi yang lebih tinggi. Hal ini bertujuan untuk melancarkan pernapasan. Discovery Health dalam tukilan dari laman CNNIndonesia.com menyarankan untuk mengangkat kepala tempat tidur dengan meletakkan blok dibawah kasur. Cara yang lebih sederhana dengan menopang tubuh bagian atas dengan menggunakan bantal.

  1. Hindari alkohol sebelum tidur

Hindarilah minum alkohol sebelum tidur. Alkohol menyebabkan otot-otot jadi lebih rileks dari biasanya selama tidur malam yang normal. Kondisi ini menambah relaksasi otot dan membuat bagian belakang tenggorokan lebih mudah robek, yang kemudian bisa menyebabkan Anda mendengkur.

  1. Stop atau kurangi merokok

Sudah menjadi rahasia umum, merokok sangat tidak baik untuk kesehatan. Asap rokok mengiritasi lapisan rongga hidung dan tenggorokan, juga menyebabkan pembengkakan dan radang selaput lendir di hidung. Kondisi ini menyebabkan seseorang menjadi sulit bernapas karena aliran udara yang masuk melalui hidung berkurang.

  1. Menghirup uap

Gunakan mangkuk yang berisi air panas untuk menghasilkan uap. Letakkan kepala di atas mangkuk, tutupi dengan handuk dan hirup uap. Cara ini akan membersihkan dan mengurangi pembengkakan pada hidung dan meredakan hidung tersumbat. Minyak esensial juga bisa ditambahkan ke dalam mangkuk.

  1. Alat penyangga mulut

Discovery Health menyarankan agar berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendapatkan alat penyangga mulut anti mendengkur. Alat ini akan menyangga gigi dan otot rahang di tempatnya sehingga tidak longgar.

  1. Latihan untuk lidah dan tenggorokan

Dr. Joseph Mercola menyarankan untuk melatih lidah dan tenggorokan agar memperkuat bagian tubuh tersebut. Mulailah dengan meletakkan bagian atas dan bawah molar (gigi di kedua sisi bagian belakang rahang) bersamaan, perlahan-lahan. Berikutnya, buka mulut, fokus pada penekanan molar selebar mungkin. Ulangi ini sepuluh sampai 20 kali. Setelah 5 atau 10 menit akan merasakan otot rahang menguat.

  1. Pembedahan

Jika masalah dengkuran terus berlanjut, mungkin dibutuhkan bantuan medis guna mengatasi kondisi Anda. Untuk beberapa kasus mendengkur, diperlukan pembedahan untuk memperbaiki masalah struktural di saluran pernapasan, seperti kelenjar gondok yang membesar.