Lambat Tangani Bencana, Fadli Zon Katakan Jokowi Harus Belajar dari SBY


SURATKABAR.ID  Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai bencana nasional.

Fadli juga menganggap Jokowi perlu belajar pada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menangani bencana. Ia menilai Jokowi dan pemerintahannya terbilang lambat dalam menangani bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Mestinya Presiden Joko Widodo bisa belajar dari Presiden SBY,” tutur Fadli melalui siaran pers, Jumat (24/8/2018), dikutip dari laman CNNIndonesia.com.

Fadli memberi contoh saat Gunung Merapi meletus pada 2010 silam. Kala itu, lanjut Fadli, SBY memang tidak menetapkan status bencana nasional. Namun, SBY segera menyatakan bahwa penanganan bencana Merapi diambilalih pemerintah pusat.

Baca Juga: 5000 Warga Lombok Masih Butuh Makanan dan Terpal, Kondisinya …

Pengambilalihan oleh pemerintah pusat pun dilakukan hanya setelah 10 hari sejak bencana terjadi. Fadli mengatakan SBY kala itu sangat responsif sehingga tidak ada perdebatan di khalayak publik perihal sikap yang mesti diambil oleh pemerintah pusat

“Karena Presiden cepat tanggap dalam ambil alih tanggung jawab, maka tak muncul perdebatan mengenai status bencana,” katanya.

Sebelumnya pada Minggu (19/8/2018) Fadli juga menulis dalam akun Twitter pribadinya agar Jokowi segera menyatakan bencana gempa di Lombok sebagai bencana nasional.

Tunggu apalagi P @jokowi , segera nyatakan gempa di NTB jd Bencana Nasional. Jgn smp menyesal terlambat penanganan,” tulisnya.

Fadli lantas membandingkan gerak cepat SBY dengan pemerintah saat ini dalam menangani gempa di NTB.

Ia juga menyayangkan Jokowi yang baru menerbitkan instruksi presiden 3 minggu setelah bencana terjadi di NTB. Padahal, menurutnya, skala kerusakan sudah meluas akibat gmepa bumi yang terjadi secara berturut-turut.

“Penolakan pemerintah tentang status’bencana nasional, menjadi sikap yang diskriminatif terhadap korban gempa. Apalagi gempa masih terus berlangsung dan masyarakat makin traumatik,” pungkas dia.