Gempa NTB, Mahfud MD Beri Cara Hadapi Azab. Netizen Sebut Itu Teguran untuk TGB


SURATKABAR.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah terjadi sebanyak 1.005 kali gempa susulan yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dan menurut prediksi, masih akan ada gempa-gempa susulan.

Adapun jumlah tersebut, dilansir Tribunnews.com, Kamis (23/8/2018), disebutkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, terbagi dalam dua periode. Sejak gempa berkekuatan 6,4 SR 29 Juli hingga yang bermagnitudo 6,9 pada 19 Agustus lalu tercatat 825 kali gempa.

“Ini adalah gempa-gempa kembar, doublet out good namanya. Penanganan yang harusnya sudah bisa dipercepat dengan perbaikan rumah terpaksa harus mundur. Kemudian, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi juga bertambah,” jelas Sutopo.

Hingga Selasa (21/8), serentetan gempa yang mengguncang Lombok sejak 29 Juli 2018 setidaknya sudah mengakibatkan sebanyak 515 korban meninggal dunia. Dan lebih dari 7 ribu orang mengalami luka-luka. Tak terhitung kerugian materiil yang mereka alami.

Rangkaian bencana gempa yang seolah tak pernah meninggalkan Lombok ini pun menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Banyak yang menyebut bencana tersebut merupakan azab dari Tuhan. Menanggapi hal tersebut, politisi Mahfud MD ikut angkat bicara menyuarakan pendapatnya.

Baca Juga: Gempa Lombok Bikin Gerindra Frustasi, Istana Ketakutan Rugi Jika Tetapkan Bencana Nasional di NTB

Mahfud MD menuangkan pendapatnya melalui akun media sosial Twitter pribadinya. Berdasarkan Al-Qur’an, ia menyebut bahwa bencana yang diturunkan kepada manusia bisa datang lantaran dua hal. Pertama adalah sebagai bentuk ujian. Dan bisa juga merupakan azab atau hukuman dari Sang Pencipta.

Apakah gempa di NTB itu ujian atau adzab? Mnrt Qur’an bencana itu bs karena ujian kpd yg beriman, bs jg sbg adzab bagi yg durhaka. Tp tdk penting utk tahu yg di NTB itu adzab atau ujian. Yang penting cara menghadapinya sama yakni Qurban: bertaqarrub kpd Allah agar berakhir baik,” cuitnya.

Unggahan Mahfud MD langsung dibanjiri berbagai reaksi dari para pengguna Twitter. Beberapa meninggalkan jejak berupa pendapat pribadi mereka. Intinya mereka menyetujui apa yang disampaikan oleh Mahfud MD.

Ya, kita berprasangka baik saja kpd Allah, entah ujian atau Adzab hanya Allah yg berhak menilai. Yg penting keimanan kita hrs bertambah atas kejadian ini, bener pak?” respons pemilik akun Irfan Maulana.

Alhamdulillah kalau sy salah. sy hanya merenung aja bencana itu dtg karena teguran kpd org alim (TGB) atau azab bagi org2 berdoasa,” celetuk akun Andimassuanna7.

Daripada memikirkan gempa di NTB Ujian atau Adzab  , lebih baik Saya memohon kepada pemerintah untuk terus memaksimalkan penanganan pasca-bencana gempa di NTB. bekerja keras untuk melakukan evakuasi dan mendampingi pengungsi. membangun kembali sarana dan prasarana yang rusak,” tulis Irrwardy manany.