Heboh Temuan Keju Mumi Usia 3.300 Tahun di Makam Kuno Mesir, Ada Kutukannya?


SURATKABAR.ID – Baru-baru ini para peneliti menemukan keju tertua di dunia di Saqqara, Mesir. Penganan yang terbuat dari susu ini ditemukan di antara pecahan tembikar berukuran besar di dalam Makam Ptahmes (Tomb of Ptahmes). Diketahui, Ptahmes memegang beberapa jabatan penting selama pemerintahan Firaun Seti I, antara lain wali kota Memphis, panglima militer, pengawas keuangan dan juru tulis kerajaan.

Saat kekuasaan digantikan oleh anak laki-laki Seti I, Ramses II, Ptahmes naik jabatan menjadi Hight Priest of Amun atau Imam Besar Amun di Karnak.

Dikutip dari laporan Liputan6.com, Kamis (23/08/2018), makam tersebut diduga dibangun pada Abad ke-13 Sebelum Masehi (SM), sehingga bangunan ini—beserta keju di dalamnya—berumur sekitar 3.300 tahun. Temuan ini sudah dipublikasikan dalam jurnal Analytical Chemistry pada 25 Juli 2018.

Menurut informasi yang ditukil dari laman Live Science, Senin (20/08/2018), potongan keju itu ditemukan secara tak sengaja oleh para pelaku riset dari University of Catania di Italia dan Cairo University di Mesir dari sebuah misi penggalian tahun 2013-2014.

Saat membuka salah satu serpihan guci, mereka menemukan sesuatu: massa padat berwarna kuning keputihan.

Baca juga: Pekerja Renovasi Rumah Temukan Kotak Tua Misterius, Isinya Bikin Merinding!

Di sekitar benda itu, ilmuwan juga menemukan secarik kain kanvas yang mungkin digunakan untuk melindungi dan menutup gumpalan tersebut. Tekstur kain kanvas ini menunjukkan bahwa keju itu masih sangat utuh saat disisipkan ke dalam Makam Ptahmes.

Untuk membuktikannya, para periset memotong keju dan membawanya ke laboratorium kimia untuk analisis. Di sana, tim mencairkan sampel ini dalam larutan khusus untuk mengisolasi protein tertentu yang terkandung di dalamnya.

Hasilnya mengungkapkan bahwa “keju mumi” itu mengandung lima protein terpisah yang biasa ditemukan dalam susu Bovidae (susu dari sapi, domba, kambing atau kerbau).

Sehingga para peneliti menyimpulkan, penganan itu mungkin adalah “produk seperti keju” yang terbuat dari campuran susu sapi dan susu kambing atau susu domba.

“Sampel ini mewakili keju padat tertua yang ditemukan sepanjang sejarah,” tulis para periset dalam penelitian mereka.

Benarkah Berisi Kutukan?

Banyak spekulasi muncul mengenai”keju mumi” ini, terlebih dari golongan awam. Menurut anggapan banyak orang, keju tersebut telah dikutuk, sehingga siapa saja yang memakannya bisa celaka.

Mitos salah kaprah itu bisa ditepis oleh para ilmuwan. Bukan kutukan yang akan membunuh mereka yang bernyali mencicipinya. Ilmuwan menyebutkan, apabila ada seseorang yang berani memakan keju itu dan kemudian dirinya terserang penyakit, ini disebabkan karena bakteri jahat yang terkandung di dalam keju tersebut.

Karena pasalnya, keju itu sudah terkubur selama ribuan tahun sehingga sudah mengalami reaksi kimia yang beragam.

Menurut analisis tim penelitian, keju itu mengandung protein yang berhubungan dengan Brucella melitensis, bakteri yang bisa menyebabkan penyakit menular brucellosis—penyakit infeksi bakteri Brucella yang disebarkan dari hewan ke manusia, umumnya melalui konsumsi susu, terutama susu yang tidak dipasteurisasi atau produk olahan lainnya.

Gejalanya mencakup demam berat, mual, muntah dan berbagai gangguan pencernaan lainnya yang lebih parah.