Karni Ilyas Tanyakan Asal-Usul Cebong dan Kampret, Jawaban Abu Janda Jadi Sorotan


SURATKABAR.ID – Abu Janda alias Permadi Arya merupakan salah satu sosok yang cukup kontroversial. Ia dikenal netizen karena sejumlah pernyataannya yang menimbulkan pro dan kontra.

Ia juga makin populer setelah video parodinya memerankan tokoh teroris ISIS viral di media sosial.

Belum lama ini, Abu Janda diundang ke acara Indonesia Lawyer Club (ILC) yang dipandu Karni Ilyas. Ditanyangkan pada Selasa (21/8/2018) malam, ILC mengangkat tema ‘Kampanye Belum, Perang Socmed Sudah Dimulai’.

Dilansir tribunnews.com, Rabu (22/8/2018), Abu Janda mengaku dirinya bisa populer karena berhasil menangkis buzzer anti pemerintah.

“Saya bisa eksis karena menangkis buzzer anti-pemerintah. Bahwa buzzer ini sudah membangun opini dan narasi dengan upaya mendiskreditkan pemerintah menggunakan hoaks dan hate speech,” ujarnya mengawali.

Baca juga: Heboh Ucapan Idul Adha Unggahan Jokowi, Netizen Sampai Komentar Begini

Ia pun menyebutkan sejumlah isu hoaks yang dihembuskan oleh buzzer anti-pemerintah. Abu Janda mengungkit soal isu kebangkitan PKI dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebut sebagai raja utang.

Selain itu, ada pula isu sial banyaknya tenaga kerja asing (TKA) yang masuk ke Indonesia di era pemerintahan Jokowi. Namun, ia memastikan bahwa ketiga isu tersebut hanyalah kabar bohong untuk menjatuhkan pemerintahan saat ini.

Tak hanya itu, Abu Janda juga sempat membahas soal sebutan cebong dan kampret yang kerap digunakan di media sosial. Diketahui, cebong merupakan sebutan untuk pendukung Jokowi, sedangkan kampret untuk pendukung pihak oposisi.

“Itu asal-muasal cebong karena, maaf ya, Pak Jokowi disebut Jokodok, dan anaknya disebut cebong,” tutur Abu Janda.

Pernyataan ini pun ditanggapi Karni dengan menanyakan soal asal-usul sebutan kampret. “Nama kampret itu dari siapa?,” tanya Karni.

Tak disangka, jawaban spontan Abu Janda langsung membuat seisi studio tertawa. “Ah kalau itu saya kurang ngerti,” jawabnya singkat.

Namun, ia kemudian menjelaskan maksud jawabannya. Apalagi, sejumlah narasumber yang hadir juga menertawakan jawabannya.

“Maksud saya gini bang, saya kurang ngerti siapa yang memulai tapi saya tahu kenapa kampret yang dipilih. Karena kampret kan tidurnya kebalik, jadi otaknya kebalik, mikirnya kebalik, akalnya kebalik. Pak Jokowi bagus dibilang jelek,” terangnya.

Meski begitu, Abu Janda mengakui bahwa berita hoaks tak hanya disebarkan oleh pihak oposisi, tapi juga para pendukung Jokowi. Ia juga berharap ada tindakan tegas terkait maraknya penyebaran hoaks di media sosial.