Keluhan di Wisma Atlet Asian Games, Disebut-Sebut Lebih Buruk dari Penjara


    SURATKABAR.ID – Sekretaris Jenderal Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Eris Heryanto buka suara menanggapi keluhan terkait fasilitas Wisma Atlet Kemayoran, yang salah satunya datang dari delegasi Korea Selatan hingga menjadi berita di media lokal negara tersebut.

    Eris, seperti yang dilansir dari laman Tempo.co pada Selasa (21/8/2018), menyampaikan kebanyakan keluhan dari pimpinan delegasi negara peserta Asian Games adalah tidak dilengkapinya kamar para atlet dengan televisi dan kulkas.

    Terkait hal tersebut, Eris menegaskan bahwa panitia memang sengaja tidak menyertakan fasilitas televisi di setiap kamar. Namun tersedia televisi di setiap lounge. “Ini sudah diketahui oleh Olympic Council of Asia (OCA). Tidak masalah,” tutur Eris, Selasa (21/8).

    Sebelumnya, media The Korean Times memuat berita terkait keluhan pelatih cabang olahraga basket wakil dari Korea Selatan yang keberatan dengan minimnya fasilitas di kamar para atlet. Selain tidak dilengkapi televisi dan kulkas, kamar juga diakui terlalu sempit untuk ukuran atlet basket.

    Bahkan ketika panitia sudah menyediakan sofa tambahan sepanjang 30 sentimeter, hal tersebut tak lantas membuat delegasi Korea Selatan merasa lega. Dan lantaran tidak adanya dengan kulkas di kamar, mereka sampai menghubungi dan meminta Komite Olahraga dan Olimpiade Korea mengirim es batu.

    Baca Juga: Terungkap! Salah Satu Penari Ratoeh Jaroe Bocorkan Kisah di Balik Layar Pembukaan Asian Games 2018, Ternyata…

    Pelatih delegasi Korea Selatan, seperti yang dikutip Tempo.co dari Koreantimes.co.kr, bahkan menyebut dirinya mendapati serangga menjijikkan di dalam kamar. Buruknya fasilitas di Wisma Altet, disebut-sebut jauh lebih buruk daripada berada di penjara.

    “Saya terkadang melihat kecoak di dalam kamar. Ini lebih buruk daripada penjara. Rasanya seperti kita datang ke sini untuk kamp pelatihan, bukan Asian Games,” keluh pelatih delegasi Korea Selatan menanggapi fasilitas di Wisma Atlet.

    Terkait serangga kecoak seperti yang disinggung pelatih Korea Selatan, Eris dengan tegas menyangkal. Menurutnya hal tersebut sangatlah tidak mungkin. Pasalnya Wisma Atlet merupakan bangunan baru. “Untuk kecoak kok ga mungkin, ya. Ini kan, bangunan baru,” tandasnya.

    Wisma Atlet Kemayoran sendiri terdiri atas 10 tower yang terbagi di dua lokasi berbeda. Tujuh tower dengan 5.494 unit yang memiliki daya tampung 16.482 orang di Blok D10 Kawasan Kemayoran, di samping Rumah Sakit Mitra Keluarga Kemayoran.

    Sementara tiga tower lainnya berlokasi sebelum Pintu Tol Ancol. Ketiga tower ini dilengkapi dengan 1.932 unit yang mampu menampung sebanyak 5.796 orang.

    Inasgoc sebelumnya memprediksi akan ada lebih dari 15.000 atlet beserta ofisial yang datang ke Indonesia dalam rangka gelaran pesta olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang yang bakal berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang.