Bacaleg Demokrat DIlaporkan Diduga Pakai Ijazah Palsu


SURATKABAR.ID Forum Silaturahmi Alumni (FSA) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lintas Generasi melaporkan bakal calon legislatif ( bacaleg) DPR RI dari Partai Demokrat Anton Sukartono Suratto ke Komisi Pemilihan Umum ( KPU).

Laporan tersebut, terkait dengan dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan oleh Anton untuk melengkapi berkas pendaftaran bacaleg. Ketua FSA HMI Lintas Generasi Adel Setiawan mengatakan, pihaknya sebelumnya telah melayangkan somasi kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menindak bacalegnya yang tersandung masalah ijazah palsu.

Namun, hingga batas waktu yang telah ditentukan, SBY tak juga penuhi somasi tersebut.

“Ya mau nggak mau secara resmi kita masukkan pengaduan ke KPU,” ujar Adel di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/8/2018).

Adel menemukan dua indikasi yang menyatakan Anton menggunakan gelar palsu.

Baca Juga: Sebelum Meninggal Dunia, Yusuf Supendi Sempat Ikut Pelatihan Bacaleg

Dilansir Sindonews.com, Sementara itu Politisi Partai Demokrat Anton Sukartono tegas membantah tudingan Forum Silaturahmi Alumni (FSA) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lintas Generasi seolah-olah dirinya menggunakan ijazah palsu.

Anggota DPR asal daerah pemilihan Bogor tersebut menyatakan tuduhan itu tidak berdasar.

“Fitnah.Tuduhan itu tidak berdasar dan fitnah. Saya sudah memenuhi semua syarat-syarat pencalonan yang diatur dengan jelas dan tegas oleh UU,” ujar Anton, Senin (20/8/2018).

Menurutnya KPU sebagai penyelenggara pemilu menjalankan dan berpedoman kepada Undang-undang dalam menetapkan caleg baik syarat-syarat dan mekanismenya.

“Keputusan KPU adalah keputusan kelembagaan yang bersumber kepada UU. Mekanismenyapun dengan melibatkan partisipasi publik. Sangat terukur dan akuntabel,”  imbuhnya.

Anton meminta penuduh membaca DCS maupun DCT th 2009, 2014 termasuk DCS saat ini yang telah ditetapkan KPU. Agar tidak salah dalam memahami.

“Saya tegaskan, saya tidak menggunakan gelar dan ijazah palsu. Saya memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan KPU,” tegasnya singkat.