Waspada! Cahaya Gadget Bisa Picu Masalah Fatal Ini, Peneliti Klaim Belum Ada Obatnya


SURATKABAR.ID – Sudah bukan rahasia lagi jika kebiasaan menatap layar gadget dapat menimbulkan masalah fatal bagi indera pengelihatan kita. Sayangnya tetap saja kita mengabaikan hal tersebut. Akan tetapi, setelah mengetahui fakta-fakta terbaru berikut ini, Anda mungkin akan segera berubah pikiran.

Menurut penelitian terbaru, seperti yang dilansir dari laman Kompas.com pada Senin (20/8/2018), efek cahaya biru yang terpancar dari layar petangkat elektronik dapat menyebabkan hilangnya kemampuan melihat seseorang. Risiko kebutaan ini bahkan terbilang cukup tinggi.

Para peneliti membuktikan bahwa cahaya biru yang menyinari sel-sel mata akan mengubah molekul vital pada retina menjadi pembunuh sel. Hal tersebut penyebab umum degenerasi makula yang biasanya berkaitan dengan usia, yang merupakan penyebab utama kebutaan di dunia.

“Kita terpapar cahaya biru terus menerus. Kornea dan lensa mata tidak dapat menghalangi atau memantulkannya,” tutur Ajith Karunarathne, salah seorang peneliti yang ikut serta dalam riset terkait dampak negatif cahaya biru dari dawai tersebut.

Efek negatif yang ditimbulkan dari kebiasaan menatap layar ponsel pintar terlalu lama, terutama di malam hari memang bukan kasus baru. Kebiasaan tersebut dapat menimbulkan kelelahan berlebih pada mata Anda.

Baca Juga: Ngeri! Gara-Gara Main Game di Ponsel, Gadis Ini Kehilangan Pengelihatannya

Cahaya yang terlalu terang, disebutkan para peneliti, dapat mengacaubalaukan kinerja hormon dengan cara memanipulasi otak seolah sedang berada di bawah sinar matahari. Dan inilah penyebab kita mengalami kesulitan tidur di malam hari.

Ada hal lain yang terungkap melalui riset tersebut, di mana cahaya biru dari ponsel dapat meningkatkan risiko degenerasi makula. “Bukan rahasia cahaya biru merusak pengelihatan kita dengan merusak retina mata,” tambah Karunarathne.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dalam riset dijelaskan proses bagaimana terjadinya kerusakan indera pengelihatan kita karena paparan cahaya biru dari layar perangkat pintar kita. Dengan hasil penelitian ini diharapkan akan ada terapi yang bisa memperlambat degenerasi makula.

Untuk mengantisipasi risiko gangguan kesehatan karena paparan berlebih dari cahaya biru, Karunarathne menyarankan memakai kacamata khusus yang memiliki kemampuan untuk menyaring sinar UV dan cahaya biru. Sayangnya peneliti belum yakin apakah cara tersebut benar-benar efektif.

Terlepas dari hal tersebut, sangat mustahil bagi pengguna smartphone untuk mengenakan kacamata hitam di tempat tidur ketika larut malam. Adapun saran terbaik adalah dengan membatasi penggunaan ponsel saat kondisi kurang cahaya.

“Setiap tahun, lebih dari 2 juta kasus baru degenerasi makula terkait usia dilaporkan di Amerika Serikat,” ungkap Karunarathne yang kemudian mendesak para ilmuwan segera mencari cara melindungi indera pengelihatan anak-anak yang tumbuh di tengah gempuran alat-alat modern seperti sekarang ini.