Kotak Kompos Urine Terbuka Dipasang di Tempat Umum, Warga Paris Marah   


SURATKABAR.ID – Otoritas Kota Paris, Prancis, mempunyai terobosan baru dalam hal pengolah limbah yang ramah lingkungan. Mereka memasang kotak kompos urine bagi publik. Namun, fasilitas untuk buang air kecil yang limbahnya diolah langsung itu memicu kemarahan warga karena dipasang di tempat terbuka. Kotak kompos urine yang dinamai “uritrottoir” itu dipajang di tempat-tempat terbuka.

Alhasil, seperti dikutip dari laporan SindoNews.com, Sabtu (18/08/2018), kotak tempat buang air kecil warna merah ini pun tak menuai pujian. Cemoohan dan amarah dilontarkan para penduduk lokal dan turis asing yang berkunjung.

“Ini sedikit aneh… Tetapi jika Anda perlu memasangnya, lebih baik jangan di jalan,” keluh Jonathan, seorang turis asal New York yang memeriksa fasilitas persegi yang dipasang di dekat tanaman di pinggir jalan. Sekilas, fasilitas ini tidak mempedulikan privasi pengguna.

“Ini sedikit di tempat terbuka, beberapa orang mungkin merasa tidak nyaman,” imbuhnya, menambahkan bahwa beberapa perahu penuh turis yang melaju di sepanjang sungai Seine, akan bisa dengan leluasa menonton.

Menurut Faltazi, lembaga desain Prancis, kotak kompos urine ini “menyulap” urine manusia menjadi kompos organik, di mana air seni akan diserap dengan jerami yang dapat dengan mudah dikomposkan.

Baca juga: Minta Foto Bareng Bule, Benarkah Mental Bekas Jajahan Bersembunyi di Baliknya?

Ada tiga kotak yang dipasang di Ile Sainte-Louis di dekat Sungai Seine. Lokasinya tak jauh dari Gereja Katedral Notre Dame.

Francoise yang merupakan warga lokal mengaku marah dengan kehadiran kotak kompos urine tersebut, “Benar-benar tidak terlalu menarik,” ujarnya, seperti dikutip news.com.au, Kamis (16/08/2018).

“Saya suka, tapi menaruhnya di sini adalah ide yang buruk,” tandas Gregory, seorang fotografer berusia 43 tahun yang telah tinggal di pulau itu selama tiga tahun terakhir.

Balai Kota Paris mengaku telah memasang fasilitas itu atas permintaan warga. Namun, pemerintah kota mengklaim proyek kotak kompos urine itu masih dalam tahap uji coba.

Uritrottoir dapat diakses oleh kendaraan untuk dikosongkan dan diganti jeraminya setiap tiga minggu sekali. Kritik lain adalah inovasi uritrottoir tersebut hanya melayani kaum pria—saat ini  inovasi tersebut belum tersedia untuk wanita.