Mengaku Sebagai Pelayan Tuhan, Aisyah Ajak Jokowi ke Swiss untuk Cairkan Uang


SURATKABAR.ID  Siti Aisyah, perempuan yang menjadi pemimpin sekte Kerajaan Ubur-ubur di Sayabulu, Kelurahan/Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, tengah menjadi buah bibir di Indonesia.

Sebab, Aisyah yang mengakui diri sebagai titisan Ratu Kidul—tokoh mitologi Indonesia—dan bernama asli Sin Syima Shaba tersebut diduga menyebarkan ajaran sesat.

Dilansir dari Suara.com, selain itu, Aisyah juga tenar lantaran menyebarkan video yang berisi pengakuannya sebagai rasul atau pelayan Tuhan untuk mengembalikan kejayaan Indonesia di dunia.

Sementara dalam video yang dibuatnya pada tanggal 20 Juni 2018, Aisyah mengakui dirinya sebagai rasul terakhir. Ia meminta Presiden Jokowi dan masyarakat megakui statusnya sebagai rasul kalau tak mau terkena karma.

Aisyah, dalam video berdurasi 25 menit tersebut, merangkai sejumlah fakta sejarah untuk menjadi dasar status dirinya.

Baca Juga: Naudzubillah, Ini Penyimpangan yang Diajarkan Kerajaan Ubur-Ubur, Respon MUI …

”Videoku khusus untuk Presiden Jokowi, beserta TNI/Polri, yang diberi mandat Bapak Soekarno untuk melindungi pewaris kunci Pancasila,” katanya.

Aisyah Tusalamaja Baiduri Intan itu juga mengajak Jokowi pergi ke Swiss untuk mencairkan harta atau dana di Bank.

Menurut Aisyah, sejak 2015  tidak ada yang sanggup membuka kunci di bank Swiss kecuali Sang Hyang Tunggal yang telah ditunjuk, yakni dirinya  merupakan titisan Ratu Sima Syaba. Oleh karena itu jika siapapun yang percaya, Aisyah menyilahkan bergabung bersamanya. Namun jika tidak percaya tidak mengapa, tetapi dia akan tetap  membuktikan.

“Jika kalian ingin bukti datanglah  dukunglah aku termasuk Bapak Jokowi, ayo  ramai-ramai ke Swiss,” ungkap Aisyah.

Menurutnya,  hanya cukup memperlihatkan  telapak tangan, mata dan rambut Aisyah maka bank di Swiss akan menyerahkan seluruh harta milik Indonesia.

Kenapa Jokowi yang dipilih Aisyah? Karena menurut wanita kelahiran Sumedang Jawa Barat  ini, Jokowi merupakan presiden ‘satria piningit’.