Ahoker Lantang Tentang Kiai Ma’ruf Amin, Cak Imin Bereaksi


SURATKABAR.ID – Keputusan Joko Widodo menggandeng KH Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) yang mendampinginya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tak sepenuhnya diterima para pendukung. Sebagian ada yang mengaku kecewa, bahkan lantang menentang.

Adapun kelompok yang paling keras menyuarakan penolakannya, seperti yang dilansir dari laman JPNN.com pada Rabu (15/8/2018), datang dari para Ahoker, fan setia mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Gejolak penolakan disadari oleh para elite partai koalisi pendukung Jokowi. Dan salah satunya adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Pria yang lebih akrab disapa Cak Imin ini mengungkapkan penilaian negatif terhadap Ma’ruf Amin dikarenakan kesalahpahaman belaka.

“Jadi begini, ada kesalahpahaman. Dikiranya Kiai Ma’ruf adalah bagian dari sikap Islam yang tidak seperti NU. Salah besar,” ujar Cak Imin yang ditemui di Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat pada Selasa (14/8) kemarin.

Menurut Cak Imin, Ma’ruf Amin adalah sosok ulama yang memiliki peran penting bagi keutuhan NKRI, kebhinekaan, dan plurasiltas moderasi Islam. Pasalnya, tanpa keberadaan Ma’ruf Amin di Majelis Ulama Indonesia (MUI), lembaga tersebut akan bablas.

Baca Juga: Dilema Hadapi Pilpres 2019, Yusril: Koalisi Keummatan Hanya Fatamorgana

“Tanpa Kiai Ma’ruf, MUI sudah bablas. Tahu enggak, Kiai Ma’ruf-lah yang menjaga pandangan Islam inklusif,” tandas pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada periode 2009-2014 ini.

Meski demikian, Cak Imin dengan tegas menyatakan bahwa koalisi pendukung Jokowi tetap tidak akan menganggap remeh aspirasi yang diserukan Ahoker. Ia pribadi mengaku akan berupaya menjelaskan kepada para pendukung Ahok garis keras tersebut terkait sosok KH Ma’ruf Amin sebenarnya.

Seperti yang diketahui, Ma’ruf Amin merupakan orang yang mendorong dikeluarkannya fatwa MUI bahwa Ahok telah menistakan agama saat berpidato di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada 27 September 2016 silam.

Ma’ruf Amin juga merupakan salah satu saksi yang turut memberatkan vonis Ahok dalam persidangan untuk kasus penistaan agama. Jadi secara langsung atau tidak, Ma’ruf Amin berperan serta menjebloskan Ahok ke dalam bilik penjara.

Pada Pilpres 2019, pasangan mana yang bakal kalian pilih?#PollingPilpres2019

Posted by SuratKabar.ID on Sunday, August 12, 2018