Posting Tulisan Soal Sandal Jepit dan KH Ma’ruf Amin, GP Ansor Tasikmalaya Laporkan Pemilik Akun DZS


SURATKABAR.ID – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat memutuskan untuk menempuh jalur hukum atas kasus penghinaan melalui media sosial oleh pemilik akun berinisial DZS terhadap calon wakil presiden (cawapres) KH Ma’ruf Amin.

GP Ansor Tasikmalaya, seperti dilansir dari laman Tempo.co, Senin (13/8/2018), melaporkan DZS ke Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota pada Senin (13/8) kemarin lantaran telah mengunggah foto yang disertai dengan perkataan penghinaan.

“Melaporkan akun saudara DZS yang telah meng-upload sebuah foto yang di dalamnya ada kata-kata menghina,” ujar Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya, Asep Rizal Asy’ari.

Dalam unggahan tersebut, Asep mengungkapkan, memuat tulisan berdasarkan keterangan yang diakui oleh si pengunggah didapatkan dari mantan sopir pribadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Ma’ruf Amin.

Kita doakan Kiai Maruf Amin yang menurut mantan sopir pribadinya sering tertukar sandal sehabis dari masjid, semoga sehat selalu demi kepentingan bangsa,” demikian bunyi tulisan yang diunggah pemilik akun DZS.

Baca Juga: Disebut Dukung Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, JK Punya Prediksi Sendiri

“Maksudnya apa? Ini sebuah penghinaan bagi kami. Jangankan ngomong soal sandal jepit, untuk ngurusin bangsa saja beliau mampu,” tandas Asep dengan tegas.

Lalu pada postingan lain yang berupa unggahan foto, Asep mengungkapkan, Ma’ruf Amin diumpamakan sedang mendorong mobil sedan warna hijau, di mana di dalamnya ada Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri.

Keterangan yang menyertai unggahan foto tersebut adalah, “Demi meraup suara umat. Dorong terus Pak. Keluarkan seluruh tenaga.”

“Menurut saya ini sangat menghina sekali. Jangan seperti itu,” ungkap Asep lebih lanjut.

Sosok Ma’ruf Amin, jelas Asep, merupakan panutan yang telah turut memberikan pelajaran tentang nilai-nilai kebangsaan. “Beliau telah membesarkan kami,” ungkapnya.

Terkait unggahan pencemaran nama baik tersebut, Asep mengimbau kepada pemilik akun DZS untuk memberikan pencerdasan kepada masyarakat jika ia memang memiliki calon pemimpin yang lebih baik.

“Saya laporkan hari ini agar dia paham. Bukan malah menghasut dan (dikhawatirkan) terjadi konflik horizontal.”

Unggahan tersebut kini sudah dihapus oleh terlapor. Namun demikian, Asep tetap berharap agar proses hukum tetap berlanjut. “Proses hukum harus jelas biar jadi pelajaran bagi siapa pun,” katanya tegas.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tasikmalaya AJun Komisaris Dadang Sudiantoro mengaku sudah menerima laporan adanya dugaan tindak pidana pencemaran nama baik di media sosial. Dan sebagai langkah tindak lanjut, pihaknya akan memeriksa saksi-saksi terkait.

“Terlapor diduga mem-posting karikatur yang dianggap menghina atau mencemarkan nama baik salah satu cawapres (Ma’ruf Amin),” jelas Dadang Sudiantoro.

Pada Pilpres 2019, pasangan mana yang bakal kalian pilih?#PollingPilpres2019

Posted by SuratKabar.ID on Sunday, August 12, 2018