Biadab! Bandar Narkoba Bakar 1 Keluarga Hidup-Hidup di Makassar, Ini Penyebabnya


SURATKABAR.ID – Peristiwa sadis nan mengerikan terjadi di Makassar. Sebuah keluarga yang berjumlah 6 orang dibakar hidup-hidup oleh bos kartel narkoba.

Awalnya seorang bos kartel narkoba bernama Daeng Apung yang merupakan napi kasus narkoba menyuruh salah satu temannya bernama M Ilham untuk membakar rumah Fahri. Perintah ini diberikan pada Ilham karena Fahri memiliki utang narkoba ke Daeng Ampuh.

Akibat perintah tersebut, Fahri dan kelima keluarganya terbakar hidup-hidup. Korban dalam peristiwa ini adalah Sanusi (70) dan Bondeng (65), Musdalifa (30), Fahri (24), dan Namira (24), serta Hijas yang masih berusia 2,5 tahun.

Ketua Gerakan Nasional Anti-Narkotika (Granat), Henry Yosodiningrat mengatakan, tindakan kartel tersebut sangatlah sadis dan tak bisa ditolerir. Henry berharap, kartel narkoba tersebut bisa dibongkar hingga ke pimpinannya. Dengan begitu, peristiwa serupa tak akan terulang.

“Inilah biadabnya sindikat narkoba, kejahatan narkoba ini sangat biadab bisa bayangkan karena utang, kartel narkoba membakar 1 keluarga,” tegas Henry, dilansir detik.com, Selasa (14/8/2018).

Baca juga: Gadis 3 Tahun Digigit Rubah di Kamarnya Sendiri, Kondisinya Sekarang…

Terkait peristiwa ini, Henry meminta agar polisi mengusut tuntas jaringan Daeng Ampuh. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan DPD Granat Sulsel untuk menyelesaikan kasus ini.

“Usut semua jaringannya, kembangkan. Saya minta aparat jangan main-main dengan masalah ini,” tukasnya.

Kirim perintah dari balik jeruji

Daeng Ampuh

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengungkapkan bahwa Daeng Ampuh masuk penjara bukan karena kasus narkoba.

“Dia masuk penjara bukan karena narkoba tetapi karena menganiaya korban hingga meninggal dunia,” terang Diari, Senin (13/8/2018) kemarin.

Daeng Ampuh merupakan narapidana di Lapas Makassar. Meski berada di balik jeruji besi, ia memerintahkan Ilham untuk menagih utang. Daeng Ampuh menyebut Fahri memiliki utang jutaan rupiah karena sempat memesan sejumlah paket sabu kepadanya.

“Setelah mendapat perintah dari Daeng Ampuh, Andi Muhammad Ilham kemudian mengajak rekannya Ramma untuk melakukan penagihan,” katanya.

Fahri pun berjanji akan membayar utang tersebut. Ia meminta Ilham dan Ramma datang ke rumahnya untuk mengambil uang. Namun, Ilham mendengar bahwa Fahri akan melarikan diri ke Kendari.

“Atas informasi itu, Daeng Ampuh berkirim pesan ke Andi Muhammad Ilham untuk membunuh Fahri. Tersangka Andi pun membakar rumah Haji Sanusi bersama tersangka lainnya yang masih DPO, Ramma,” tukasnya.