Setelah Manggung, Sri Mulyani Hanya Meminta Korban Gempa Lombok Tetap Semangat

SURATKABAR.IDMenteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berharap masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap memiliki semangat untuk merehabilitasi dan membangun kembali daerahnya.

Lombok sendiri sempat diguncang bencana gempa berkekuatan 7 skala richter pada Minggu (5/8/2018).

Hal itu disampaikan Sri Mulyani setelah tampil bersama Elek Yo Band dalam Konser Kemanusiaan penggalangan dana bagi korban gempa Lombok pada Kamis (9/8/2018) di Cilandak Town Square, Jakarta.

Elek Yo Band beranggotakan dirinya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Kepala Bekraf Triawan Munaf.

“Dengan acara ini, masyarakat Indonesia turut memberikan dukungan moral dan material, serta semangat untuk terus bangkit kembali,” ucap Sri Mulyani, dikutip Tempo, Jumat (10/8/2018).

Baca juga: Cerita Tuan Guru Bajang Saat Gempa Dahsyat 7 SR Mengguncang Lombok

Menurut Sri Mulyani, pada saat ini pemerintah betul-betul fokus untuk membantu para korban dan mengidentifikasi kebutuhan dalam rangka membangun kembali Lombok.

Ia pun menekankan pentingnya dukungan moral dan solidaritas dari seluruh masyarakat terhadap para korban.

“Meskipun nanti APBN akan masuk, namun solidaritas itu sangat penting. Kalau secara normatif, semua bagian dari pemerintah sudah ada di lapangan, ini peran serta masyarakat. Termasuk kami (para menteri) sebagai anggota masyarakat juga,” ujarnya.

Elek Yo Band, grup musik beranggotakan para menteri Kabinet Indonesia, membawakan lima lagu dalam Konser Kemanusiaan untuk korban gempa Lombok. Tiga di antaranya adalah Stand By Me, Bento dan Andaikan Kau Datang Kembali.

Sepekan lebih setelah gempa dahsyat mengguncang Lombok, aktivitas gempa susulan terus terjadi dan korban tewas akibat gempa terus berjatuhan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) NTB mencatat, hingga Minggu (12/8/2018) jumlah korban tewas akibat gempa Lombok mencapai 401 orang.

Rinciannya, di Kabupaten Lombok Utara terdapat 348 korban tewas, Lombok Barat 30 orang korban tewas, Kota Mataram 9 orang tewas, Lombok Timur 10 orang tewas, Lombok Tengah 2 orang tewas, dan Kota Lombok 2 orang tewas.

“Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh saat gempa,” kata Kepala BPBD NTB H Muhammad Rum, Minggu (12/8/2018).