Jokowi atau Prabowo, Yusril Akhirnya Memilih: Kami, PBB Manut Kepada…


SURATKABAR.ID – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa pihaknya masih belum bisa memastikan sikap terhadap salah satu pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Yusril, seperti yang diwartakan Republika.co.id, Minggu (12/8/2018), menegaskan bahwa partainya akan mengikuti apapun keputusan yang diambil oleh para ulama dalam Ijtima’ Ulama GNPF Jilid II. Hal tersebut sesuai arahan dari Habib Rizieq Shihab pada Sabtu (11/8) lalu.

“Kami, PBB manut kepada para ulama,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (11/8).

Ia menegaskan bahwa hingga detik ini PBB masih netral. Oleh karena itu Yusril mengaku menerima banyak kecaman dari berbagai pihak yang menyebut PBB tidak mematuhi ulama. Bahkan ada pihak yang menuduh dirinya mengkhianati komando ulama.

“Lha, kami ini partai Islam. Kalau tidak manut sama ulama, manut sama siapa lagi? Masa kami manut sama orang yang teriak-teriak di medsos,” selorohnya.

Baca Juga: RK Pastikan Dukung Jokowi, Bentuk ‘Balas Budi’ Atas Kontribusi dalam Pilkada Jabar 2018?

Sebelumnya, Ijtima’ Ulama GNPF memutuskan melabuhkan dukungannya pada Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) yang dipasangkan dengan Ustaz Abdul Somad atau Salim Segaf Al Jufri sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Namun, tidak seperti rencana, partai koalisi Prabowo malah mengusung Sandiaga Uno untuk mendampingi Prabowo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Bahkan pengambilan keputusan tersebut tanpa terlebih dahulu dimusyawarahkan dengan PBB.

“Karena yang dipilih bukan ulama, ya PBB tunggu dulu, bagaimana petunjuk ulama yang berijtima’ di Hotel Peninsula itu. Kan, mereka yang memutuskan,” ungkap pria kelahiran 5 Februari 62 tahun yang lalu ini.

Dalam pemilihan Sandiaga sebagai cawapres yang akan mendampingi Prabowo, Yusril mengungkapkan bahwa dirinya tak sekali pun diajak diskusi oleh partai politik koalisi Prabowo. Ia mengaku kecewa lantaran baik Prabowo dan partai koalisi tidak menaati keputusan ulama.

Sementara itu, Jokowi yang justru tak dikomandoi ulama justru memilih KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres untuk mendampinginya. Yusril mengakui bahwa Kiai Ma’ruf merupakan ulama tulen. Oleh karena itu, ia berharap banyak pada Ijtima’ Ulama Jilid II agar dilemma saat ini teratasi.

Yusril menambahkan, Ijtima’ Ulama Jilid II bisa menjadi dilematis. Pasalnya, apabila hasil ijtima’ nanti keputusan pertama dibatalkan dan Prabowo mendapat legitimasi, katanya, maka para ulama wajib menunjukkan dengan jelas rujukan nash syar’i sebagai dasar keputusan.

“Salah-salah mengambil keputusan bisa menyebabkan merosotnya wibawa ulama di mata umat,” tukas Yusril.

Pada Pilpres 2019, pasangan mana yang bakal kalian pilih?#PollingPilpres2019

Posted by SuratKabar.ID on Sunday, August 12, 2018