Untuk Korban Gempa, Jangan Sumbang Susu Formula. Alasannya …


SURATKABAR.IDJumlah balita yang turut mengusung akibat rentetan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak sedikit.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memang belum memiliki data resmi jumlah balita yang mengungsi. Data BNPB hanya mencatat jumlah pengungsi ada sebanyak 387.067 jiwa.

Namun, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengimbau masyarakat agar tidak menyumbangkan susu formula untuk korban gempa Lombok.

Dilansir dari Tempo.co, Sutopo menjelaskan, lokasi pengungsian tidak memiliki perlengkapan yang memadai untuk membuat susu formula.

“Terbatasnya sarana untuk penyiapan susu formula, seperti air bersih, alat memasak, botol steril, dan lainnya sangat terbatas di pengungsian,” ujar Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/8/2018) malam.

Baca Juga: Netizen Kaitkan Gempa Lombok dengan Dukung ke Jokowi, Begini Komentar Pedas TGB

Menurut Sutopo, susu formula menjadi bantuan yang umum disalurkan masyarakat. Namun, terbatasnya perlengkapan penyediaan susu formula justru mengancam kesehatan bayi dan balita.

Sutopo melanjutkan, bayi berusia di bawah enam bulan dua bulan yang menerima bantuan susu formula dua kali lebih banyak terkena diare.

Lembaga internasional seperti Unicef dan World Health Organization (WHO) juga telah mengingatkan bahaya susu formula untuk korban di pengungsian.

Sutopo mencontohkan satu kasus, yakni gempa di Bantul, Yogyakarta. Menurut dia, penyaluran susu formula menyebabkan jumlah diare pada anak berusia di bawah dua tahun meningkat.

“Di mana ternyata 25 persen dari penderita itu meminum susu formula,” terang Sutopo.

“Banyak kasus saat bencana di dunia, pemberian susu formula kepada balita dan anak-anak justru meningkatkan penderita sakit dan kematian,” imbuhnya.

Sebab itulah, Sutopo mengimbau agar masyarakat tak menyalurkan susu formula dan produk bayi lainnya tanpa persetujuan Dinas Kesehatan setempat. Produk bayi yang dimaksud seperti botol dan dot.