Prabowo-Sandi Diprediksi Bakal Menangkan Suara di Daerah Ini


    SURATKABAR.ID – Saat ini, tak sedikit yang meyakini bahwa pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)- Ma’ruf Amin akan memenangkan suara di Pilpres 2019.

    Meski begitu, duet Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diprediksi menjadi musuh berat bagi petahana. Bahkan, Prabowo-Sandi digadang-gadang bakal memenangkan suara di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

    Hal ini dilihat dari kemenangan koalisi PKS, Gerindra dan PAN yang sukses mengusung Isran Noor dan Hadi Mulyadi di Pilgub Kaltim 2018 lalu.

    Apalagi, saat ini pasangan Prabowo-Sandi juga mendapat dukungan dari Partai Demokrat dan Berkarya. Oleh karena itu, duet ini diyakini mampu menandingi Jokowi-Ma’ruf yang diusung PDIP, PKB, PPP, PKPI, Golkar, Nasdem, Hanura, PSI, dan Perindo.

    Baca juga: Luhut Minta Prabowo Tak Pakai Isu Agama, Demokrat Langsung Sindir Jokowi

    Pengamat politik Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Sonny Sudiar menyebut bahwa pertarungan Pilpres 2019 di Kaltim akan berlangsung sengit. Selisih suara antara kedua paslon diprediksi akan beda tipis.

    Jika membandingkan jumlah kepala daerah dan anggota DPRD Kaltim dari kader parpol, Jokowi-Ma’ruf unggul. Sebab, ada 37 anggota parlemen yang merupakan kader partai pengusung Jokowi-Ma’ruf, sedangkan kader parpol pengusung Prabowo-Sandi hanya 18 orang.

    Meski begitu, besar kemungkinan Prabowo-Sandi akan memenangkan suara masyarakat Kaltim. Apalagi, kubu Prabowo juga mendapat dukungan dari Habib Rizieq Shihab dengan sejumlah ormas yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).

    Sedangkan di kubu Jokowi, meski memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapres dan merepresentasikan Nahdlatul Ulama (NU), bukan berarti masyarakat akan memberikan suaranya. Sebab, garis komandonya tak semudah parpol.

    Selain soal dukungan dari sejumlah tokoh, pasangan Prabowo-Sandi juga dianggap memiliki finansial yang cukup besar jika dibandingkan dengan Jokowi-ma’ruf. Terlebih lagi, Sandiaga merupakan pengusaha serta pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

    “Kekuatan finansial salah satu indikator utama dalam Pilpres 2019,” tegas Sonny, dilansir jpnn.com, Minggu (12/8/2018).