Pidato Jokowi Soal Berkelahi Disorot, Ahli Bahasa: Itu Bukan Kiasan


SURATKABAR.ID Pidato Joko Widodo (Jokowi) didepan relawannya mengenai berkelahi menjadi sorotan publik. salah satunya dari Prof Rahayu Surtiati dari Universitas Indonesia (UI).

Prof Rahayu mengatakan bahwa pidato Jokowi di depan para pendukungnya tersebut bukanlah kiasan. Menurut guru besar linguistik itu, Jokowi menyampaikan sebuah pengandaian.

“Itu (pernyataan Jokowi) bukan kiasan. Itu pengandaian,” kata Prof Rahayu Surtiati saat dihubungi, Senin (6/8/2018), dikutip dari republika.co.id.

Akademisi UI itu lebih lanjut menjelaskan perbedaan antara pengandaian dan kiasan. Kalimat pengandaian juga disebut sebagai kalimat majemuk hubungan syarat. Hal itu ditandai dengan adanya konjungsi “kalau”, “jika”, “bila”, “seandainya”, atau yang semakna itu.

Baca Juga: Fahri Hamzah: Pak Jokowi Harus Mulai Pidato Sebagai Negarawan

Sedangkan pada pernyataan Jokowi, “Kalau diajak (berantem)” menjadi klausa syarat, sedangkan “tidak boleh takut” adalah klausa utamanya.

“Enggak bikin musuh tapi kalau ditantang, ya lawan. Begitu. Jadi, enggak ada kiasan,” tegasnya.

Prof Rahayu lantas memberikan penjelasan lebih detail mengenai kiasan. “Kiasan itu kan sebenarnya seperti dibandingkan (antara satu hal dan hal lainnya). Memang kiasan termasuk metafora. (Wujud) metafora pun macam-macam. Ada kiasan. Ada simile,” paparnya lagi.

Ia lantas menyoroti kata ‘kita’ yang dianggapnya sebagai sebuah ajakan yang universal alias tertuju kepada siapa saja.

“(Pernyataan Jokowi) sangat umum. Dia tidak gunakan kata ‘kita’. Dia cuma katakan, ‘kalau diajak (berantem), tidak boleh takut.’ Jadi, dia tak menuju pada orang tertentu. Atau, bahwa dia juga akan begitu (kalau diajak berantem, tidak takut).”

Sebelumnya, Jokowi berpesan kepada para pendukungnya agar tidak mencari musuh, namun juga harus siap jika ditantang. “Jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah. Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani,” kata Presiden Jokowi di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (4/8/2018), dikutip dari cnnindonesia.com.

Seruan itu disambut tepuk tangan relawan.

“Jangan ngajak. Kalau diajak?” tanya Jokowi ke relawan.

“Berantem!” balas para relawan.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaBeri Kode Soal Cawapresnya, Jokowi: Depannya Pakai ‘M’
Berita berikutnyaMenolak Takluk, Anies Lakukan Hal Ini Saat ‘Dipecundangi’ Moge Rp 1,2 Miliar Milik Dishub DKI