Sadis! SPG Cantik Dibakar Hidup-hidup di Hutan Blora, Motif Pelaku Mengejutkan


    SURATKABAR.ID – Warga Perum Sendangmulyo, Tembalang Semarang bernama Ferin Diah Anjani (21) menjadi korban pembunuhan dengan cara yang terlalu sadis. Korban yang berprofesi sebagai SPG dan Cady Golf ini dibakar di hutan kawasan Kunduran, Blora, dalam keadaan tidak sadar. Misteri pembunuhan sadis yang terjadi di akhir Juli lalu ini baru terungkap setelah identitas korban dikenal. Memang, semula jenazah gadis bernama Ferin itu dikubur Polres Blora dengan nisan tanpa nama lantaran tidak dikenal.

    Polres Blora bersama Polda Jateng akhirnya menangkap pelaku pembunuhan sadis Ferin Diah Anjani. Pelaku yang diketahui sudah mengenali korban dibekuk di tempat kerjanya di salah satu hotel di Semarang. Di hotel ini, pelaku Kristian Ari Wibowo (31) asal Blora warga Perum Dolog, Tlogosari Wetan, Pedurungan Semarang menjadi lokasi awal pelaku melakukan aksi sadisnya. Demikian seperti dikutip dari laporan OkeZone.com, Rabu (08/08/2019).

    Di tempat hotelnya bekerja, Kristian diam-diam “meracuni” korban lewat air minum dicampur obat penenang. Kemudian, pelaku yang menginginkan barang bawaan korban membopong tubuh Ferin keluar kamar hotel. Pelaku membawa korban ke daerah asalnya, Blora dan untuk menghilangkan jejak, ia membakar tubuh korban yang masih bernafas di hutan kawasan Kunduran Blora hingga tewas.

    Usai menghabisi nyawa Ferin dengan sadis, Kristian yang berdarah dingin bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Bahkan, sekembalinya ke Semarang, ia kembali bekerja di hotel hingga akhirnya diringkus aparat.

    Kabid Humas Polda Jateng Kombes Agus Triatmaja membenarkan penangkapan pelaku penbunuhan disertai pembakaran gadis Ferin.

    Baca juga: Mengungkap Bisnis Joshi Kosei: Siswi SMA Incaran Pria Hidung Belang di Jepang

    “Ya memang benar telah ditangkap pelaku pembunuhan, tapi saya belum dapat detail kronologi penangkapan,” tukas Kombes Agus Tri.

    Sementara itu diperoleh kabar bahwa bukan kali ini saja Kristian melakukan pembunuhan. Sebelumnya pada tahun 2011, tersangka diduga melakukan hal sama terhadap seorang wanita. Untuk memperoleh kepastian, pihak kepolisian masih mendalami, termasuk mengenai identitas korban serta lokasi kejadian dan latar belakangnya.

    Melansir laporan Viva.co.id, awalnya warga di kabupaten Blora, Jawa Tengah, sempat dihebohkan dengan penemuan mayat wanita tanpa identitas pada Rabu (01/08/2018). Jasad wanita muda itu ditemukan mengenaskan dengan kondisi hangus terbakar di sekujur tubuh.

    Penemuan jasad tanpa identitas di hutan Desa Sendang Wates, Kecamatan Kunduran, Blora, itu pun menuai teka-teki. Sulitnya mengenali korban, jasad wanita hangus itu sempat dimakamkan di kompleks pemakaman RSUD Dr Setjono, Blora.

    Namun tak ada kejahatan yang sempurna. Setelah hampir sepekan aparat Kepolisian Resort Blora akhirnya mampu mengungkap kasus itu. Korban tak lain adalah Ferin Diah Anjani (21 tahun), warga Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Korban diketahui bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) di Kota Semarang.

    Terkuaknya identitas korban lantaran polisi menemukan kecocokan barang bukti serta tes DNA mayat dengan pihak keluarga. Hilangnya korban sebelumnya juga sempat dilaporkan di Polrestabes Semarang.

    Polisi akhirnya memastikan bahwa Ferin merupakan korban pembunuhan. Tak berlangsung lama, polisi pun mengungkap dalang di balik tewasnya SPG cantik tersebut.

    Pelaku berinisial KAW (30 tahun), warga Blora yang tinggal di Tlogosari Wetan Pedurungan, Semarang. Pelaku diketahui bekerja sebagai manager front office di salah satu hotel di Semarang.

    Gasak Handphone dan Perhiasan

    Disebutkan oleh Kepala Kepolisian Resort Blora Ajun Komisaris Besar Polisi Saptono, pelaku ditangkap aparatnya di Semarang. Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya membunuh korban dengan cara dibakar.

    “Pengakuan pelaku, korban ini dibakar hidup-hidup dengan tangan dan kaki masih terikat. Korban disiram bensin satu liter kemudian dibakar,” ujar Saptono dikutip dari Kompas.com, Selasa (07/08/2018).

    Berdasarkan keterangan pelaku, Kapolres menjelaskan jika pembunuhan itu didasari motif ekonomi. Di mana pelaku ingin menguasai perhiasan milik korban.

    “Ada dugaan pelaku mencekik hingga tewas. Setelah itu perhiasan korban gelang, kalung, dan handphone diambil, korban dibakar dan dibuang di hutan Blora,” imbuhnya.

    Awalnya, korban berkenalan dengan pelaku melalui akun media sosial Instagram. Keduanya lantas memutuskan berkencan dan berhubungan intim di sebuah hotel kawasan Gombel Semarang. Setelah berkencan, pelaku terbersit niat jahatnya.

    Di hotel itu, pelaku akhirnya menganiaya korban dan menggasak perhiasan serta handphone korban. Diduga, korban saat itu belum meninggal dunia hingga akhirnya dibakar hidup-hidup.

    “Pelaku lalu membawa korban menggunakan mobil dan dibuang di hutan Blora,” tuturnya.

    Pengakuan pihak keluarga, semasa hidupnya almarhumah dikenal sebagai sosok yang baik namun cenderung pendiam. Terakhir, almarhumah menghubungi keluarganya pada 31 Juli pukul 22.00 WIB malam.

    Mengutip reportase TribunNews.com, Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi Utomo, menyampaikan, indikasi korban dibakar hidup-hidup itu juga diperkuat dengan adanya hasil penyelidikan tim Labfor Polda Jateng.

    “Korban dibakar hidup-hidup merujuk otopsi tim Labfor Polda Jateng. Pelaku mengakuinya juga,” kata Heri.