Undang Rocky Gerung di ILC, Karni Ilyas Mengaku Ratusan Kali Dapat Tekanan


SURATKABAR.ID – Sosok Rocky Gerung beberapa waktu belakangan jadi pembicaraan setelah pernyataan kontoversialnya mengenai kitab suci..

Kala itu, Rocky yang menjadi salah satu pembicara dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, dengan tegas mengatakan bahwa kitab suci merupakan fiksi karena belum selesai dan tiba.

Tak disangka, pernyataan Rocky ini ternyata juga berpengaruh terhadap pemandu acara ILC, Karni Ilyas. Ia mengaku selalu mendapat tekanan terkait kehadiran Rocky dalam acaranya.

Dalam sebuah unggahan video di akun Youtube ILC, Selasa (7/8/2018) kemarin, Karni terang-terangan mengungkapkan tekanan yang diterimanya. Menurutnya, banyak yang penasaran apakah pemerintah menekan Karni karena acaranya.

Sering saya ditanya, apakah sebagai Pemred atau sebagai host ILC apa banyak yang intervensi, apakah pemerintah mengintervensi, atau pemilik mengintervensi?” ujar Karni mengawali, dilansir tribunnews.com, Rabu (8/8/2018).

Baca juga: Singgung Amien Rais, Ngabalin: Ngomongnya Kayak Comberan

Menjawab pertanyaan tersebut, Karni memastikan bahwa ia mendapat tekanan dari masyarakat. Setiap minggunya, ratusan orang memintanya menghadirkan Rocky di ILC.

Intervensi yang terbanyak justru datang dari masyarakat. Hampir ratusan tiap pekan saya menerima Twitter yang meminta agar Rocky Gerung wajib dihadirkan. Tidak ada Rocky Gerung tidak ada party, no Rocky Gerung no Party,” lanjutnya.

Meski banyak yang meminta Rocky dihadirkan, ternyata banyak pula yang meminta agar ILC tak menjadikan Rocky sebagai pembicara. “Tapi ratusan pula yang menekan saya agar Rocky Gerung jangan diundang,” tutur Karni.

Karni pun mengibaratkan bahwa dirinya seperti orang yang berdiri di perempatan jalan.

Kalau saya tidak ditabrak dari depan, saya akan ditabrak dari belakang. Kalau tidak ditabrak dari kiri, saya akan ditabrak dari kanan, kata Margaret Tahcher, Perdana Menteri Inggris,” tukasnya.

Rocky yang beberapa kali diundang ke ILC memang selalu punya pernyataan kontroversial. Terakhir, saat menjadi pembicara di ILC pada Selasa (31/7/2018) lalu, Rocky kembali membuat suasana menegang.

Tema ILC saat itu adalah ‘Pilpres 2019: SBY Versus Megawati’. Rocky kemudian menyebut bahwa “nasib Jokowi ditentukan oleh arogansi Megawati”. Pernyataan ini menyebabkan adu pendapat antara Rocky dengan sejumlah partai pro pemerintah, seperti PDIP dan Nasdem.