Cadas! Nenek Umur 96 Tahun Ini Eksis Jadi Vokalis Band Death Metal


    SURATKABAR.ID – Seorang wanita berusia 96 tahun bernama Inge Gingsberg menjadi bintang rock. Dia adalah penulis lagu dan vokalis dari band death metal bernama TritoneKings. Inge Gingsberg yang juga dikenal sebagai “Death-Metal Grandma” ini memiliki kehidupan yang luar biasa. Dia dibesarkan di Austria, namun terpaksa melarikan diri ke Swiss di hari-hari awal Perang Dunia II guna menghindari penganiayaan.

    Melansir laman OddityCentral via OkeZone.com, Selasa (07/08/2018), ia menghabiskan bertahun-tahun di sebuah tempat pengungsian. Dan setelah perang, dia dan suaminya pindah ke Hollywood, di mana mereka harus memulai kehidupan baru mereka dari awal.

    Inge memulai karir di industri musik, menyusun lagu untuk beberapa penyanyi paling populer pada saat itu, seperti Nat King Cole, Doris Day, dan Dean Martin. Setelah beberapa saat, Inge mulai bosan dengan kehidupan Hollywood, dan memutuskan untuk menemukan kembali dirinya sendiri. Hari ini, dia adalah vokalis band death metal di usianya yang ke-96 tahun.

    “Itu semua palsu (kehidupan di Hollywood), jadi saya pergi,” ujar Inge Gingsberg saat ditanyai tentang keputusannya meninggalkan karir musiknya di Hollywood, Senin (06/08/2018).

    Dia terus menulis lirik dan puisi di usia tuanya, namun ia menjadi frustrasi dengan fakta bahwa dia kini tak lagi memiliki banyak penonton.

    Baca juga: Menikahi Cermin Usai Putus Cinta, Alasan Wanita Ini Mengharukan

    “Hidup adalah tanah yang sepi,” keluhnya, “Semua orang tua dan kerabat Anda hilang. Teman-temanmu hilang, tidak ada yang benar-benar peduli dengan apa yang kamu katakan,” tambah Inge.

    Namun Inge selalu berjuang dan tidak menyerah. Dia menyadari bahwa dia harus menemukan cara untuk menemukan dirinya kembali jika ingin dianggap serius di dunia saat ini. Inspirasi datang padanya sewaktu Pedro De Siva, seorang kolaborator musik kemudian membaca beberapa karyanya.

    Kendati berusia 90-an, ia memutuskan untuk membentuk band metal dengan Pedro. Mereka mengambil nama The TritoneKings, dengan Inge sebagai penulis lirik beserta Pedro dan seluruh band menulis musik.

    Outlet kreatif baru ini memungkinkan Inge menyebarkan pesannya ke khalayak yang sama sekali baru. Dia dan band telah mengambil bagian dalam berbagai kompetisi, seperti Got Talent dari Switzerland dan America’s Got Talent, dan lagu-lagu mereka memiliki ribuan tampilan online.

    “Saya bisa menulis puisi saya, kecuali tidak ada yang ingin mendengarnya,” kata Inge, “tetapi jika saya ikut serta dalam kompetisi, jutaan orang mendengarnya di YouTube,” tutur Inge.

    Apa Pesan Inge Gingsberg?

    “Setiap lagu saya memiliki pesan,” kata Inge.

    “Yang pertama adalah jangan menghancurkan apa yang tidak dapat Anda gantikan. Pesan yang kedua adalah Anda tidak bisa menghindari kematian, jadi tertawalah,” ucapnya kemudian.

    Terlepas dari sifat intens genre musik yang dipilihnya, filosofi Inge pada akhirnya adalah yang positif. Meskipun ada banyak kesulitan yang ia hadapi dalam hidupnya, Inge selalu berhasil melihat sisi baiknya.

    “Tentu saja, saya selalu tersenyum. Saya tersenyum sendiri dari miskin ke kaya. Saya tersenyum keluar dari Holocaust,” imbuh Inge bercerita.