Cerita Mencekam di Puncak Rinjani Saat Gempa Lombok, Pendaki: Ini Akhir dari Hidup Saya


SURATKABAR.ID Sepekan lalu, Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) diguncang gempa 6,4 SR. Kini, Lombok diguncang gempa 7 SR. Guncangan terasa lebih kencang di kaki gunung Rinjani.

“Di Sembalun (Lombok Timur), guncanganya terasa lebih besar dari yang pekan lalu. Sembalun adalah kawasan pintu masuk ke Rinjani,” ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono, Minggu (5/8/2018).

Dilansir Detik.com, Sudiyono belum menerima laporan terkait kerusakan bangunan dari kawasan Sembalun. Hingga saat ini banyak kawasan yang gelap gulita karena listrik mati.

Diketahui, Gunung Rinjani sebagai gunung merapi tertinggi kedua di Indonesia menjadi salah satu bucket list bagi Craig Chilton yang berasal dari negara bagian Utah, Amerika Serikat.

Alih-alih menjadi pengalaman menarik, perjalanannya menuju puncak Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (5/8/2018) lalu justru menjadi cerita terburuk dalam hidupnya.

Baca Juga: Gempa Berpusat di Daratan, Ketinggian Tsunami hanya 0,5 Meter

Chilton menjadi salah satu dari ratusan pendaki yang berada di puncak Rinjani saat gempa berkekuatan 7 skala Richter mengguncang Lombok pada Minggu malam.

Gempa yang terasa hingga Pulau Bali itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 100 orang dan melukai 200 lainnya.

“Pada saat saya mencapai puncak, sudah ada sekitar 150 hingga 200 orang di sana. Jadi terbayangkan kan betapa sangat padatnya puncak dengan begitu banyak pendaki pada saat gempa terjadi,” ungkap Chilton kepada stasiun radio AS, KSL, melalui telepon video, Senin (6/8/2018).

Gempa petang itu menghempaskan Chilton dan pendaki lainnya ke tanah.

“Kepanikan langsung menyelimuti kita semua. Saya pikir gunung merapi itu akan benar-benar meletus dan ini akhir dari hidup saya. Saya pikir momen ini menjadi salah satu cara yang mengakhiri hidup saya,” pungkas Chilton.

Chilton mengatakan guncangan besar terasa hingga 10 detik. Dia melihat orang-orang disekelilingnya terjatuh ke tepi puncak.