Viral Sosok Imam di Bali yang Tetap Khusyuk Salat Meski Gempa Mengguncang, Begini Pengakuan Takmir Musala


SURATKABAR.ID – Perhatian penghuni jagad maya terpaku pada sosok imam di Bali yang begitu khusyuk salat. Padahal saat itu gempa dengan magnitude 7,0 Skala Richter di kedalaman 15 kilometer tengah mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Minggu petang (5/8), sekitar pukul 18.46 WITA.

Dilansir dari laman Detik.com, pada Senin (6/8/2018), sebuah video yang memperlihatkan kekhusyukan sang imam langsung viral usai dibagikan oleh akun Facebook Musholla As-Syuhada Blk. Bacaan surat yang disuarakan sang imam terdengar menggetarkan hati.

Sang imam terlihat tengah membacakan akhir surat Al-Fatihah ketika gempa mulai berguncang dahsyat. Tak terdengar sahutan ‘aamiin’ dari arah jamaah. Pasalnya sebagian jamaah salat langsung melarikan diri keluar musala begitu gempa.

Meski ditinggalkan sebagian besar jamaah, namun sang imam tetap melanjutkan bacaan salatnya. Ia kemudian membacakan ayat Kursi sambil bertumpu pada dinding musala. Satu persatu jamaah yang sebelumnya keluar melarikan diri mulai kembali dan melanjutkan salat mereka.

Salah seorang makmum salat tersebut, yang sekaligus merupakan takmir Musala As-Syuhada memberikan pengakuan mengejutkan tentang sosok imam tersebut. Ia adalah Arafat. Dan rupanya sang imam tak selalu datang ke Musala As-Syuhada.

Baca Juga: Masya Allah! Diguncang Gempa Dahsyat, Imam dan Jamaah Masjid Ini Tetap Lanjutkan Salat

“Namanya Arafat. Dia kadang-kadang datang, kadang-kadang tidak. Dia lagi liburan saja,” tutur takmir Musala As-Syuhada ketika dihubungi untuk dimintai konfirmasi lebih lanjut, pada Senin (6/8), dikutip dari laman Detik.com.

Takmir yang menolak untuk disebutkan namanya ini mengaku sempat berbincang dengan Arafat usai salat. Dan dari perbincangan tersebut, ia semakin yakin bahwa iman Arafat benar-benar kuat hingga bisa tetap khusyuk memimpin salat meski kondisi tak lagi kondusif.

Lalu mengenai pemilihan bacaan ayat Kursi, rupanya memang secara otomatis keluar dari mulut sang imam, seperti yang diungkapkan oleh takmir. “Saya sempat mengobrol juga. Imannya dia sangat kuat,” tutur sang takmir.

“Dia bilang ‘semua karena Allah. Gempa itu Allah yang ciptakan. Jadi kalau kita baca ayat Kursi, itu kan ayatnya tentang keagungan Allah, sifat-sifat Allah’. Di abaca ayat Kursi itu tidak berpikir, setelah ‘aamiin’ selesai lalu di mulutnya itu langsung ayat Kursi,” tuturnya.

Arafat, seperti disampaikan oleh sang takmir, menolak untuk diwawancarai. Alasannya sang imam salat menolak adalah untuk menjaga agar niat beribadahnya yang memang diniatkan untuk Allah semata tak menjadi riya’.