89 Orang Tewas, Terjadi 132 Kali Gempa Susulan di Lombok


SURATKABAR.ID – Hingga pagi ini, Senin (6/8/2018), jumlah korban meninggal akibat gempa bumi di Lombok pada Minggu (5/8/2018), berjumlah 89 orang. Gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) tersebut berpusat di lereng Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut merupakan gempa bumi utama (main shock) dari rangkaian gempa terdahulu. Artinya, gempa yang terjadi pada 29 Juli 2018 lalu, sebenarnya merupakan gempa awalan.

Info terbaru yang diupdate di akun Instagram BMKG, @infobmkg, mengungkapkan bahwa terjadi 132 gempa susulan setelah gempa utama terjadi. Dari ratusan gempa susulan tersebut, ada 13 gempa susulan yang dirasakan.

Hingga tanggal 6 Agustus 2018 pukul 08.00 WIB telah terjadi 132 #gempa susulan dari gempa M=7.0 (5 Agustus 2018), dimana 13 gempa susulan tersebut dirasakan,” tulis @infobmkg, Senin (6/8/2018).

Baca juga: Gempa 7 SR Hantam NTB

Sementara itu, korban tewas akibat gempa ini juga terus bertambah. Jika sebelumnya dilaporkan berjulah 82 orang, update terakhir menyebut bahwa korban mencapai 89 orang dan bisa terus bertambah.

“Pagi ini sampai pukul 08.25 Wita, jumlah korban meninggal akibat gempa Lombok sudah mencapai 89 orang,” terang Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB Agung Pramuja, Senin (6/8/2018), dilansir liputan6.com.

Menurut Agung, penambahan 7 orang korban teas ini berasal dari Kecamatan Menggala, Lombok Utara.

Agung juga mengatakan bahwa lokasi terparah akibat gempa Lombok terdapat di Lombok Utara. Diketahui, terdapat 72 korban meninggal di Lombok Utara. Sementara di Lombok Barat sejumlah 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 rang, dan Lombok Timur 2 orang.

“Pada umumnya korban tertimpa rumah rubuh, tembok. Karena kondisi panik, pada malam hari,” terang Agung.

Saat ini, BPDB tengah berupaya membangun fasilitas dan penanganan terhadap korban gempa Lombok. Diharapkan, korban gempa yang selamat bisa segera mendapat bantuan.

“Akan membangun tenda pengungsi dan segalanya kebutuhannya,” terangnya.