Fahri Hamzah Bandingkan Pidato Jokowi dengan Soekarno, Kata Ini Jadi Sorotan


SURATKABAR.ID – Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hadapan para relawan mengundang sejumlah polemik. Tak sedikit yang menyayangkan isi pidato Jokowi tersebut.

Salah satunya adalah Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Ia juga membandingkan pidato Jokowi dengan Presiden pertama RI Soekarno, untuk menyoroti kata ‘lawan’.

Menurut Fahri, Soekarno hanya menyebut musuh atau lawan terhadap negara lain yang berusaha merendahkan Indonesia. Hal ini, sangat berbeda dengan yang dikatakan Jokowi.

“Dulu Bung Karno kalau pidato menyebut musuh dan menisbatkan lawan kepada orang asing dan negara-negara yang mengancam bangsa kita,” tegas Fahri, Minggu (5/8/2018), dikutip dari cnnindonesia.com.

Baca juga: Arahan Jokowi ‘Berani Jika Diajak Berantem’ Tuai Kecaman, PSI: Ini adalah Kombinasi antara …

Fahri juga menyayangkan ketika Jokowi mengimbau agar relawannya tak sungkan melawan jika ada yang mengajak berkelahi. Pasalnya, perlawanan tersebut dilakukan terhadap sesama bangsa Indonesia.

“Sayang sekali kata-kata musuh dan lawan disampaikan Presiden hanya di depan relawan untuk melawan saudara sendiri,” imbuhnya.

Selain Fahri, Waketum Partai Gerindra Ferry Juliantono, juga menyayangkan kalimat yang disampaikan Jokowi dalam pidatonya. Ferry menilai, ucapan Jokowi bisa memotivasi para relawan untuk melakukan kekerasan.

“Membuat keresahan yang menjurus pada penggunaan kekerasan,” tutur Ferry.

Ferry menegaskan, ucapan Jokowi itu lebih pantas diucapkan untuk menjaga kewibawaan Indonesia di hadapan negara lain. Namun, akan berbeda jika ditujukan pada saudara sendiri.

“Tetapi kalau pernyataan itu diarahkan untuk mengadu rakyatnya sendiri itu harusnya presiden ditangkap saja dan diperiksa,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi sempat berpidato di hadapan relawannya di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (4/8) kemarin.

Dalam pidatonya, Jokowi mengimbau agar para relawan tak mencari musuh saat kampanye. Meski begitu, ia juga menegaskan agar para relawannya tak takut meladeni jika ada yang mengajak baku hantam.

“Jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian, jangan membangun finah-fitnah. Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani,” tutur Jokowi saat itu.