Misteri Hilangnya Wanita Asal Tolitoli Terkuak, Diculik 15 Tahun Dijadikan Tumbal Jin


    SURATKABAR.ID – Warga Desa Bajugan, Kecamatan Galang, Tolitoli, Sulawesi Tengah, tiba-tiba dikejutkan dengan penemuan seorang wanita yang telah hilang selama 15 tahun sejak 2003 silam. Wanita tersebut ditemukan berada di sela-sela batu, pada Minggu (5/8).

    Kabar tersebut, dilansir dari laman Tribunnews.com, Minggu (5/8/2018), dibenarkan oleh Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy. Penemuan wanita bernama Hasni (28) ini berawal dari laporan Makmun (63), ayah korban, warga Dusun Panyapu, Desa Galumpang, Kecamatan Dako Pamean, Tolitoli.

    “Benar, anak ini sudah hilang sejak 2003. Pelaku adalah paranormal yang sudah terkenal di sini,” terang AKBP M Iqbal Alqudsy, ketika dimintai keterangan lebih lanjut melalui sambungan telepon, pada Minggu (5/8), dikutip dari Tribunnews.com.

    Hasni rupanya diculik dan dijadikan tumbal oleh sang penculik, Jago (83). “Ini keterangan tersangka yang masih kami dalami. Dari pemeriksaan awal, korban dijadikan tumbal untuk praktik perdukunan,” tambah Iqbal, seperti yang dikutip dari laman Detik.com, Minggu (5/8).

    Lebih lanjut, dijelaskan bahwa Jago merupakan orang pintar di Desa Bajugan, Kecamatan Galang, Tolitoli. Pada tahun 2003 silam, keluarga Hasni mendatangi Jago untuk berobat. Dan setelah itu keberadaan Hasni tak lagi diketahui.

    Baca Juga: Wow! Kunjungi Rumah Tua yang Terbengkalai, Komunitas Ini Temukan Hal Mencengangkan

    Iqbal belum memberikan keterangan secara mendetail terkait kronologi penculikan tersebut. Ia hanya menyampaikan, korban hidup bersama Jago selama 15 tahun. Dan sampai matahari terbenam, korban sengaja disembunyikan di bawah batu.

    Begitu malam turun, Jago membawa korban ke sebuah saung kecil. Di tempat tersebut, korban dijadikan sebagai tumbal jin yang membantu praktik pelaku. Setiap malam, menurut keterangan Jago, Hasni harus melayani jin tersebut.

    “Jadi kalau jam-jam siang, korban ini disembunyikan di celah bebatuan besar. Di belakang rumah pelaku kana da sungai, ada gunung. Nah, dekat sungai itu ada pepohonan seperti kelapa dan cengkeh, ada bebatuan besar, celah bebatuan itu seperti gua,” tutur Iqbal.

    “Kalau malam, sekitar pukul 19.00 WIT, korban dibawa ke gubuk kecil, saung gitu, di sanalah bertemu Amrin. Katanya (Amrin) jin yang membantu praktik perdukunan si Jago,” tambah Iqbal lebih lanjut. “Ya, ditumbalkan, (disetubuhi) ya kalau dari keterangan begitu.”

    Selama Hasni menghilang, seperti disampaikan Iqbal, pihak keluarga sudah berupaya meminta pertolongan Jago untuk menerawang keberadaannya. Namun alih-alih memberikan jawaban, Jago malah berdalih bahwa Hasni sudah jauh dari desa tersebut.