Ketua MUI Sumbar Tak Terima Namanya di Catut Jadi Tim Sukses, Relawan Jokowi Minta Maaf


SURATKABAR.ID Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar), Buya Gusrizal Gazahar kembali meradang. Setelah menolak tegas konsep Islam Nusantara di Ranah Minang, Gusrizal merasa namanya dicatut untuk kepentingan politik.

Nama lulusan Al-Azhar Mesir itu masuk salah satu dari 21 orang tokoh Sumbar sebagai Dewan Penasehat Pengurus Forum Komunikasi Relawan Pemenangan Jokowi (FKRPJ) Sumbar 2019. FKRPJ telah dikukuhkan Ketua Dewan Pembina Relawan Jokowi (Rejo), Sidarto Danusubroto di Kota Padang, Kamis (2/8/2018).

Buya Gusrizal menegaskan, dirinya tidak tahu-menahu tentang FKRPJ tersebut. Ia menduga, pencatutan namanya sebagai Dewan Penasehat FKRPJ Sumbar adalah cara mengalihkan perhatian umat dari sikap MUI Sumbar terhadap Islam Nusantara.

Dilansir dari Republika.co.id,  Melalui surat resmi nomor 03/FKRPJ-SB/VIII/2018 dan pernyataan media yang diterbitkan pada Jumat (3/8/2018), FKRPJ meminta maaf atas kelalaian pihaknya dalam memasukkan nama Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar sebagai salah satu Dewan Penasehat pada forum tersebut.

Baca Juga: Sejumlah Partai Pendukung Jokowi Tak Setuju Puan Pimpin Timses, Ternyata Ini Alasannya

Pernyataan maaf disampaikan oleh Sekretaris FKRPJ Mirwan Pulungan mewakili Ketua Umum FKRPJ Mayjen TNI (Purn) Hartind Asrin yang saat ini sudah terbang kembali ke Jakarta.

Mirwan menjelaskan, dimasukkannya nama Buya Gusrizal merupakan hasil kesepakatan dari Tim Formatur yang sepakat memasukkan nama Ketua MUI Sumbar itu sebagai salah satu Anggota Dewan Penasihat.

“Para formatur hanya melihat dari sisi positifnya saja. Namun mungkin yang jadi kekurangan dari kami adalah bahwa dimasukkan nama Buya Gusrizal Gazahar sebagai anggota Dewan Penasihat belum sempat kami bicarakan kepada beliau,” ujar Mirwan.

Mirwan menegaskan bahwa hal tersebut terjadi karena keterbatasan waktu, sejak pertama kali pertemuan untuk membentuk pengurus hingga acara pengukuhan yang mendatangkan ketua Tim Penggalangan Relawan Jokowi, Sidharta Danusubroto.