Blak-blakan! Fahri Hamzah Akan Pakai Uang Ganti Rugi Rp 30 M dari PKS untuk…


SURATKABAR.ID – Ketua DPR RI Fahri Hamzah dikabarkan mendapat Rp 30 miliar sebagai ganti rugi dari PKS.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi PKS mengenai pemecatan Fahri sebagai anggota PKS. Putusan inilah yang membuat Fahri menerima ganti rugi Rp 30 miliar. Selain itu, Fahri juga akan dikembalikan posisinya sebagai anggota PKS.

Terkait ganti rugi dengan nilai fantastis tersebut Fahri membuat sebuah pengumuman di media sosial Twitter. Melalui akun pribadinya, @Fahrihamzah, ia memastikan tak akan menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

Menurut Fahri, uang gantu rugi dari putusan MA atas gugatannya kepada lima oknum pimpinan PKS akan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan partai. Pasalnya, Fahri menilai, PKS telah dirusak oleh kelima oknum tersebut.

Baca juga: PA 212 Bolehkan Demokrat Gabung, Asalkan AHY Bukan Cawapresnya

PENGUMUMAN:

Uang Cash Rp. 30.000.000.000 (Tiga Puluh Milyar Rupiah) akibat keputusan incracht di MA atas gugatan saya kepada 5 oknum pimpinan PKS tidak akan saya gunakan untuk pribadi.

100% akan saya pakai untuk me-recovery Partai yg rusak oleh ulah oknum2 tersebut,” tulis Fahri di Twitter, dilansir tribunnews.com, Sabtu (4/8/2018).

Sebelumnya, MA menolak permohonan kasasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS mengenai pemecatan Fahri Hamzah sebagai anggota.

Perkara tersebut diajukan atas nama Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera dan dimohonkan oleh Ketua Badan Penegak Disiplin Organisasi Partai Keadilan Sejahtera Abdul Muis.

Sementara itu, majelis hakim agung yang mengadili permohonan kasasi tersebut adalah Maria Anna Samiyati, Muhamad Yunus Wahab, dan Takdir Rahmadi.

Fahri Hamzah sebelumnya juga menang di tingkat banding. Pada akhir 2017 lalu, Pengadilan Tinggi Jakarta juga menolak permohonan pengurus PKS.

Diketahui, perseteruan antara Fahri dan pengurus PKS terjadi sejak awal 2016. Kemudian, PKS menyatakan Fahri dipecat pada awal 2016 karena dianggap tak sesuai dengan arah kebijakan partai.

Tak terima, Fahri membawa pemecatannya ke ranah hukum. Ia dimenangkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 14 Desember 2016 silam. Kala itu, PN Jakarta Selatan menyebut pemecatan pada Fahri Hamzah tidak sah.