LP3HI Minta Kapolri Rehabilitasi Nama Baik Luna Maya dan Cut Tari dalam Kasus Video Skandal


SURATKABAR.ID – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bernama Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) meminta Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo untuk merehabilitasi nama baik artis Luna Maya dan Cut Tari. Seperti diketahui, keduanya masih menjadi tersangka dari kasus skandal video p*orno pada tahun 2010 lalu.

LP3HI mengutarakan permintaan itu dalam permohonan praperadilan yang diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kapolri dan Jaksa Agung menjadi termohon dalam praperadilan ini, demikian seperti dikutip dari laporan Kompas.com, Sabtu (04/08/2018).

Dalam foto berisi berkas permohonan praperadilan yang dikirim Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Achmad Guntur, Jumat (03/08/2018), ada enam butir permohonan primer yang diajukan LP3HI.

“Mengajukan permohonan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk memutus memerintahkan para termohon (Kapolri dan Jaksa Agung) untuk merehabilitasi nama baik Cut Tari Aminah Anasya binti Joeransyah M dan Luna Maya Sugeng,” demikian salah satu bunyi permohonan LP3HI dalam praperadilan itu.

Guntur mengatakan, dalam permohonannya LP3HI juga meminta polisi menghentikan penyidikan kasus video skandal yang disebut menunjukkan hubungan intim antara vokalis Nazril Irham atau Ariel dengan Luna Maya dan Cut Tari.

Baca juga: Blak-blakan, Luna Maya Akui Skandal Videonya Dulu Membuatnya Depresi

“Intinya yang diminta supaya termohon I itu, Kapolri, menyatakan bahwa ini sudah dihentikan penyidikannya dan beritahulah ke Jaksa Agung dan kedua orang itu tadi (Luna Maya dan Cut Tari),” beber Guntur, demikian sebagaimana dikutip dari laporan TribunNews.com.

Menggantung 8 Tahun

Sebelumnya, diketahui telah beredar 2 video p*orno yang diperankan Ariel dengan Luna Maya dan Ariel dengan Cut Tari yang membuat heboh. Mengutip reportase Detik.com, ketiga selebritas itu tersandung hukum dengan jeratan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Proses hukum saat itu berada di tangan Bareskrim Polri. Ariel yang bernama asli Nazril Ilham ditetapkan sebagai tersangka. Singkat cerita, Ariel pun dihukum 3,5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta.

Hukuman itu jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta. Namun, mantan vokalis band Peterpan itu membantah semua tuduhan jaksa.

Dalam vonis yang dibacakan ketua majelis hakim Singgih Budi Prakoso, Ariel dinyatakan melanggar Pasal 29 juncto Pasal 4 UU 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Vonis itu dibacakan pada Senin (31/01/2011).

Ariel pun mengajukan banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung (MA), namun segala upaya hukumnya itu ditolak. Ariel tetap menjalani hukumannya di penjara selama 3,5 tahun hingga akhirnya bebas bersyarat pada Senin (23/07/2012).

Namun rupanya saat itu Luna Maya dan Cut Tari yang awalnya berstatus saksi ditetapkan pula sebagai tersangka. Hanya saja, proses hukum pada keduanya tak semulus Ariel.

Delapan tahun berselang, status tersangka keduanya tetap melekat meski tak terdengar publik. Hingga pada akhirnya Lembaga Pengawas dan Pengawal Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

LP3HI meminta Polri mengeluarkan surat pemberitahuan penghentian penyidikan (SP3) di kasus Luna Maya-Cut Tari. Ketidakjelasan proses perkara itu menjadi salah satu alasan LP3HI mengajukan praperadilan itu.

Pada 2 Juli 2018, sidang perdana praperadilan digelar. Namun, sidang ditunda hingga 30 Juli karena pihak termohon (Polri dan Kejaksaan) tidak hadir. Setelahnya proses persidangan berlangsung hingga nantinya diputus pada 7 Agustus 2018.