Gempar BPJS Tak Lagi Jamin Biaya Persalinan, Intip Trik Lengkapnya Agar Tetap Ditanggung!


SURATKABAR.ID – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menerapkan aturan baru terkait penjaminan katarak, rehabilitasi medik, dan persalinan dengan bayi sehat. Hal tersebut sontak menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat luas.

Tidak sedikit pasien yang mengaku tak tahu menahu tentang adanya perubahan peraturan tersebut. Dan dampaknya adalah, mereka terpaksa gigit jari dan pulang karena tak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan menggunakan BPJS.

Terkait hal tersebut, seperti dilansir dari laman Tribunnews.com, Kamis (2/8/2018), Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan Budi Mohamad Arif dalam konferensi persi yang digelar di Gedung Pusar BPJS Kesejatan, pada Senin (30/7), memberikan penjelasan mendetail.

Ia menegaskan bahwa peraturan baru BPJS bukan sama sekali menghentikan pemberian jaminan, melainkan untuk menata ulang ketentuan agar dapat lebih optimal memberikan mutu pelayanan dan efektivitas penjaminan kesehatan.

“Apabila disebut BPJS mencabut, itu berita hoaks. Kita ingin mutu pelayanan tetap terjaga dan menyesuaikan dengan kemampuan finansial kita,” tutur Budi Mohamad Arief, Senin (30/7), seperti dikutip dari laman Tribunnews.com.

Baca Juga: Geger Tolak 3 Putusan BPJS, Netizen: Terus Untuk Apa Masyarakat Ikut BPJS Kesehatan?

Ia menambahkan, peraturan tersebut sudah sesuai dengan hasil rapat tingkat menteri. “Dengan menanggung tingkat amanah yang begitu besar, kami rasa memang diperlukan prioritas dalam pelayanan kami,” ungkapnya.

Di bawah ini penjelasan lengkap terkait peraturan baru BPJS Kesehatan:

Pelayanan Jaminan Katarak

Untuk pelayanan katarak, BPJS menegaskan tetap menjamin biaya operasi katarak peserta penderita katarak dengan visus (lapang pandang pengelihatan) pada kriteria tertentu, yakni dengan indikasi medis diperlukan tindakan operasi katarak.

Penjaminan, disebutkan Budi, juga memperhatikan kapasitas fasilitas kesehatan, misalnya jumlah tenaga dokter mata hingga kompetensi dokter mata bersertifikasi. “Kami melibatkan semua perhimpunan, ikatan medis. Bila dirasai kurang dari kriteria, berarti tidak,” jelasnya.

Pelayanan Persalinan Bayi Baru Lahir Sehat

BPJS Kesehatan tetap menjamin semua jenis pelayanan persalinan baik normal (dengan atau tanpa penyulit), maupun caesar, termasuk juga pelayanan untuk bayi yang baru dilahirkan akan disatukan dengan ibunya.

Namun, jika si bayi membutuhkan pelayanan atau sumber daya khusus, maka fasilitas kesehatan akan menagihkan klaim di luar paket persalinan. “Persyaratannya ahrus didaftarkan sebelumnya (sebelum melahirkan). Bila bayi anak pekerja penerima upah, dia akan otomatis dijamin. Yang didaftarkan adalah peserta BPJS mandiri,” jelasnya.

Pelayanan Rehabilitasi Medik

Sementara itu terkait rehabilitasi medic dan fisioterapi, ditegaskan Budi, tetap ditanggung BPJS. Namun dengan kriteria frekuensi maksimal dua kali seminggu, yang berarti 8 kali dalam sebulan. “Kalau butuh tambah bisa digeser ke bulan berikutnya. Kalau kasusnya tak rawat darurat harus diatur. Kalau sifatnya harus terus-menerus bisa dikoordinasikan,” ungkap Budi.

Adapun implementasi ketiga aturan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk membatasi maupun mencabut pelayanan kesehatan bagi para pasien, namun hanya untuk menyesuaikannya dengan kemampuan BPJS Kesehatan.

“BPJS perlu upaya untuk mengefisienkan pembiayaan dengan kemampuan finansial kami demi pelayanan yang berkelanjutan. Meski begitu, kami terbuka atas saran dari lembaga dan masyarakat,” pungkas Budi.