Nyesek! Dibuang Karena Sumbing, Gadis Ini Akhirnya Beri Balasan Getir pada Orangtuanya


SURATKABAR.ID – Orangtua mana yang tidak mendambakan kehadiran buah hati di tengah mereka. Anak sebagai merupakan hadiah terindah dari Tuhan tentu harus dirawat dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang. Bukannya malah disia-siakan seperti anak malang satu ini.

Li Lan, seperti yang dilansir dari laman Tribunnews.com, pada Rabu (1/8/2018), adalah putri kandung pasangan suami istri Zhang. Pasangan ini sebenarnya sudah memiliki seorang anak laki-laki. Namun mereka ingin menambah anak agar keturunannya menjadi sepasang.

Dan di luar dugaan, anak keduanya yang berjenis kelamin perempuan terlahir dengan kondisi tubuh yang tak sempurna, yakni berbibir sumbing. Karena kondisi yang dianggap memalukan tersebut, pasangan Zhang memutuskan untuk menyingkirkan darah daging mereka dari keluarga.

Takut akan mendatangkan nasib buruk pada masa depan sang putra, pasangan Zhang membuang anak perempuan mereka di pinggir jalan. Beruntung ada pasangan suami istri Jian yang menemukan Li Lan kecil.

Pasangan Jian yang sudah menihak selama tujuh atau delapan tahun ini belum juga dikaruniai keturunan. Tentu saja melihat bayi yang diterlantarkan di jalan membuat Li Jian dan sang istri ini merasa sangat terberkahi. Meski cacat, mereka memutuskan untuk merawat si kecil Li Lan.

Baca Juga: 30 Tahun Berlalu, Wanita Ini Terus Mengurus Tetangganya yang Cacat

Terkait kondisi bibir putri anaknya, pasangan Jian memahami betul mereka harus mengeluarkan biaya yang tak sedikit. Namun hal tersebut tak membuat keduanya patah arang. Bahkan ketika para tetangga menyarankan menyerahkan Li Lank e dinas sosial, mereka bersikeras menolak.

Sejak kehadiran Li Lan, pasangan Jian yang sejak awal memang bukan dari keluarga berada ini pun mulai berhemat. Mereka berencana membawa anak angkatnya ke rumah sakit untuk menjalani operasi bibir sumbing.

Ketika Li Lan menginjak usia lima atau enam tahun, pasangan Jian membawanya ke rumah sakit di kota. Dan menurut dokter, untuk memulihkan bibir Li Lan, setidaknya ia harus menjalani sekitar lima hingga enam kali operasi.

Tahun demi tahun berlalu. Li Lan sudah berusia 20 tahun dan sudah menjelma menjadi gadis remaja dengan paras cantik dan senyum menawan. Usai lulus sekolah, ia bekerja di perusahaan produk makanan. Dengan ketekunannya, Li Lan berhasil mendapatkan posisi manajer dalam waktu singkat.

Ingin membalas orangtua angkatnya yang telah dengan penuh kasih sayang merawat dan membesarkannya, Li Lan membangun rumah baru dua lantai dan membeli mobil. Karirnya semakin berkembang. Ia bahkan bisa mendirikan pabrik pengolahan kedelai sendiri di desanya.

Di saat sudah sukses, Li Lan rupanya sempat bertemu orangtua kandungnya. Dan bukan mengusir, ia justru melakukan hal tak terduga. Li Lan mengambil amplop besar lalu diserahkan kepada ayah dan ibu kandungnya. Setelah itu, bersama orangtua angkatnya, Li Lan pergi meninggalkan mereka.

Sepeninggalan putri yang pernah dibuang ketika bayi di jalanan, orangtua kandung Li Lan membuka amplop pemberian sang putri. Ada uang yang jika dikurskan ke dalam rupiah sejumlah Rp 50 juta. Juga ada secarik kertas berisi pesan terakhir Li Lan:

Terima kasih telah melahirkan saya ke dunia, dan jangan pernah bertemu lagi.”