Duh! Ditahan Lantaran Overstay, Bule Inggris Ini Beralibi dan Nekat Lakukan Hal Tak Terpuji pada Petugas Imigrasi


SURATKABAR.ID – Ada peraturan terkait izin tinggal berlaku pada setiap orang yang melakukan kunjungan ke negara lain. Dan jika orang tersebut melewati batas waktu, maka akan ada risiko yang menanti. Seperti yang dialami seorang bule asal Inggris satu ini.

Auj-e Taqaddas (42), seperti yang dilansir dari laman Jawapos.com, pada Senin (30/7/2018), dilarang menaiki pesawat milik maskapai Jetstar Airlines 3K-240 menuju Singapura. Larangan tersebut dikeluarkan pihak bandara bukan tanpa alasan.

Pasalnya, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dokumen keimigrasian, rupanya bule bertubuh tambun ini terbukti melanggar izin tinggal di Indonesia, alias overstay. Tak main-main, pemilik paspor 532811108 ini sampai overstay selama lebih dari 60 hari!

Dan bukannya pasrah saat mendapat tindakan tegas dari seorang petugas imigrasi di Bandara Ngurah Rai bernama Ardyansyah (28), pada Sabtu (28/7) malam sekitar pukul 21.25, bule wanita tersebut malah nekat melancarkan aksi tak terpuji.

Ia nekat menganiaya petugas imigrasi dengan melayangkan tamparan ke wajah Ardiansyah. Dan tidak hanya itu saja, Auj-e bahkan mengeluarkan alibi yang tak masuk di akal. Wanita yang berprofesi sebagai tenaga medis ini mengaku tidak menyadari kalau dirinya sudah melewati batas izin tinggal.

Baca Juga: Mirip Film! Seorang Bule Nekat ‘Berevolusi’ di Hutan Kalimantan, Caranya Bertahan Hidup Bikin Merinding

“Dia (Auj-e) pura-pura tidak tahu kalau overstay. Orang kampung yang suka traveling juga tahu kalau berkunjung ke negara orang ada masa tinggalnya. Dia sudah overstay sejak Februari lalu,” tutur Kepala Imigrasi Ngurah Rai Aris Amran, ketika ditemui untuk dimintai konfirmasi, dikutip dari Jawapos.com.

Atas tindakan tercelanya tersebut, Auj-e yang ringan tangan menyerang petugas imigrasi tersebut kini malah terpaksa lebih lama tinggal di Indonesia karena harus menyelesaikan urusan hukumnya dengan pihak berwenang.

“Saat diperiksa dia main tangan, dia menempeleng petugas. Ini harga diri korps. Dia menyentuh imigrasi, berarti menyentuh perwakilan bangsa. Maka kami laporkan pada polisi,” tambah Amran dengan tegas.