Polisi Tangkap 242 Orang Terduga Teroris Aksi Bom Bundir Surabaya


SURATKABAR.ID – Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, sebanyak 242 orang telah berhasil ditangkap oleh Anggota Detasemen Khusus Antiteror Polri. Penangkapan dilakukan pasca aksi teror pasca tragedi kericuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat dan penyerangan bom b*unuh diri (bundir) di Surabaya, Jawa Timur yang terjadi di bulan Mei lalu.

“Sampai hari ini kita sudah tangkap 242 orang (terduga teroris) pasca bom Surabaya, 21 diantaranya terpaksa tertembak karena melawan ketika ditangkap dengan barang buktinya,” ungkap Tito saat rapat koordinasi pengamanan Asian Games di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/07/2018), seperti dikutip dari reportase OkeZone.com, Selasa (31/07/2018).

Ia juga memaparkan bahwa jajaran Polri dan TNI mempersiapkan lebih awal pengamanan Asian Games karena beberapa pertandingan sudah berlangsung sebelum 18 Agustus dan beberapa kontingen, ofisial dan tim aju tiba lebih awal, baik di Palembang maupun di Jakarta. Demikian melansir laporan Tempo.co.

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu menegaskan, pihaknya akan terus menyisir guna melakukan pengejaran terduga teroris. Hal ini terutama dilakukannya sebagai upaya mengantisipasi penyerangan atau aksi teror menjelang perhelatan Asian Games 2018.

Amankan Asian Games 2018

Baca juga: Salut! Berlomba Tanpa Sepatu, Siswa NU Ini Jadi Juara Lari Nasional

Selain ancaman terorisme, yang menjadi fokus pengamanan polisi adalah kejahatan jalanan seperti jambret, begal dan lain sebagainya. Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah dan Polda Sumatera Selatan juga melakukan operasi jalanan guna menumpas kejahatan-kejahatan semacam itu.

“Kejahatan lain adalah kejahatan konvensional, copet, jambret, begal, lain-lain. Ini sudah dilakukan di 4 Polda, Polda Metro Jaya, Jawa Barat, Banten, dan Sumsel, ribuan orang sudah ditangkap, ratusan ditahan, ini akan terus kita lanjutkan,” tandasnya.

Ia juga menuturkan, aparat keamanan mengantisipasi kemungkinan adanya dampak kebakaran lahan dan hutan di Sumatera Selatan serta Jambi terhadap penyelenggaraan Asian Games.

“Petugas tangkap bagi yang membakar dan mewaspadai kemacetan lalu lintas, yang kita hitung adalah Jakarta,” tuturnya.

Itulah sebabnya belakangan ini polisi sudah membentuk tim khusus hingga ke tingkat Polsek untuk melakukan operasi sampai Asian Games berakhir.