Ngeri! Tak Hati-Hati Saat Bersihkan Udang, Wanita Ini Alami Infeksi Mengerikan


SURATKABAR.ID – Kelezatan hidangan laut menjadi pilihan favorit untuk dinikmati. Diolah dengan berbagai cara, olahan hasil laut memang senantiasa menggugah selera. Di balik semua itu, ada hal penting yang wajib diperhatikan, yakni cara membersihkan bahan makanan dari laut sebelum dimasak.

Kudapan laut memang membutuhkan tenaga ekstra saat membersihkannya. Selain berjibaku dengan aroma amis, kita juga dituntut waspada. Pasalnya, hal tak terduga-duga bisa saja mengintai. Seperti yang dialami seorang wanita asal China satu ini.

Seorang wanita berusia 60 tahun, seperti yang dilansir Grid.ID dari Apple Daily, pada Senin (30/7/2018), warga Kabupaten Guannan, Provinsi Jiangsu, secara tak sengaja menggores jarinya ketika membersihkan udang. Tak ambil pusing, ia membiarkan saja luka tersebut dan menahan perih yang dirasa.

Dan betapa terkejutnya ia ketika pagi menjelang dan mendapati jari yang terluka karena tergores udang semakin besar. Namun lagi-lagi, wanita tengah baya ini memilih untuk mengabaikan luka tersebut karena mengira akan membaik dengan sendirinya.

Berlalu satu hari lagi, kondisi luka di jarinya semakin parah. Wanita tersebut bahkan sampai terserang demam. Yang lebih mengerikan lagi adalah, tubuh bagian bawahnya mulai membengkak. Melihat hal tersebut, keluarganya memutuskan membawa si wanita ke rumah sakit.

Baca Juga: Gila! Kerjanya Cuma Kupas Kulit Udang, Gaji yang Diterima Wanita Cantik Ini Bikin Geleng-Geleng

Begitu tiba di rumah sakit, vonis dari pihak medis meruntuhkan dunia mereka. Pasalnya, dokter mengungkapkan bahwa si wanita menderita syok septik. Kondisi tersebut menyebabkan organ pasien mengalami gagal fungsi.

Meski para dokter telah melakukan segala hal berupaya menyelamatkan nyawanya, namun sayangnya, wanita tersebut meninggal setelah 10 hari menjalani perawatan medis di rumah sakit. Dicurigai wanita tersebut terinfeksi Vibrio vulnificus, yang merupakan bakteri langka dengan risiko kematian tinggi.

Adapun tempat berkembang biak bakteri membahayakan tersebut datang dari lingkungan laut. Biasanya pasien tertular karena mengkonsumsi makanan laut mentah atau setengah matang. Infeksi juga bisa menyebar saat kulit terluka terkena bakteri.

Fakta tak terduga lainnya diungkap oleh tim dokter yang menanganinya. Si wanita ternyata mengidap penyakit hati yang justru semakin memperburuk infeksi dan membuat kondisinya lemah terhadap serangan bakteri.

Dari data, diketahui saat infeksi bakteri berbahaya tersebut memburuk dan berkembang menjadi septikemia, maka tingkat kematian pun akan meningkat menjadi 50 persen. Pada kebanyakan kasus, orang-orang meninggal hanya dalam 48 jam pertama setelah terinfeksi.