Gempar Kabar Bus Jamaah Haji Indonesia Terbakar dalam Perjalanan ke Mekkah, Tak Disangka Begini Faktanya


SURATKABAR.ID – Baru-baru ini kalangan jamaah haji Indonesia, khususnya asal Sumatera Selatan (Sumsel) dihebohkan dengan pesan berantai di aplikasi chatting WhatsApp. Betapa tidak, pesan tersebut berisi kabar kecelakaan bus jamaah haji asal Indonesia dalam perjalanan dari Madinah menuju Mekkah.

Akibat kecelakaan tersebut, seperti dilansir dari laman Tribunnews.com, pada Sabtu (28/7/2018), sebanyak tiga jamaah tewas, termasuk sopir bus yang diketahui berasal dari Banyuwangi, Indonesia, diberitakan meninggal di lokasi kejadian.

Dari rekaman video ketika detik-detik bus terbakar hebat, terlihat puluhan jamaah haji berbalut pakaian ihram lari tunggang-langgang dari dalam bus. Tampak juga beberapa jamaah haji Indonesia dari bus lain berhamburan berupaya menolong. Sementara yang lainnya sibuk merekam insiden tersebut.

Untuk memastikan kebenaran kabar tersebut, serangkaian penelusuran pun dilakukan. Dan diketahui hingga pukul 17.00 WIB atau pukul 12.00 Waktu Arab Saudi (WAS), baru dua kloter jamaah haji asal Sumsel yang dipastikan sudah memasuki Mekkah. Mereka sudah menyempurnakan ibadah umrah.

Slamet Hariono, jamaah haji Kloter 2 Embarkasi Palembang mengaku kloternya sudah menginjakkan kaki di Mekkah, dan tepat pada Sabtu (28/7), tepat pukul 02.30 WAS, sudah merampungkan rangkaian rukun umrah, yakni thawaf, sa’i, dan tahallul.

Baca Juga: Seorang Pemuda Asal Indonesia Menjadi Imam Sholat di Makkah, Inilah Sosoknya

Terkait kecelakaan bus tersebut, Slamet mengaku tak begitu jelas. “Usai melaksanakan umrah, jamaah haji kelelahan, sehingga subuhnya di hotel. Khusus jamaah Kloter 2 Palembang, tiba di Mekkah selamat. Jadi bukan bus jamaah haji Sumsel,” tutur Slamet, seperti yang dikutip dari laman Tribunnews.com.

Sementara itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Daerah Kerja (Daker) Mekkah buka suara memberikan klarifikasi terkait pesan berantai yang meramaikan aplikasi WhatsApp. Ia mengaku pihak Media Center Haji 2018 sudah menerima pesan yang dimaksud.

Saat perjalanan dari Madinah – Mekkah bus yg penumpangnya dari kloter BLOK AGUNG diantaranya mas IMAM MAWARDI/ISTRI dalam kondisi TERBAKAR sopirnya juga dari banyuwangi H. Syafei tewas. Namun semua penumpang selamat..mari kita doakan semoga perjalanan selanjutnya aman dan lancar…aamiin,” demikian isi pesan berantai itu.

Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Subhan Cholid membenarkan insiden kebakaran bus jamaah haji 2018. Namun, ia menegaskan bahwa, bus tersebut bukan mengangkut jamaah haji Indonesia, melainkan jamaah dari Turki.

“Mereka mengalami kecelakaan dan terbakar di wilayah Asfan atau 80 km dari Mekkah. Untuk sopir memang WNI bernama Syafii meninggal, tapi sekali lagi seluruh penumpangnya warga Turki, bukan WNI,” tandas Subhan tegas.

Adapun penyebab kecelakaan bus hingga terbakar tersebut adalah karena ada mobil dari jalur berlawanan yang tiba-tiba berguling ke arah bus dan menghantam tepat di ruang kemudi. Alhasil kebakaran pun tak dapat dihindari.