Bukan Sekadar Legenda, Seorang Petani Tak Sengaja Temukan Fosil Naga Berusia 174 Juta Tahun


SURATKABAR.ID – Naga selama ini dianggap sebagai hewan yang hanya muncul di dalam kisah-kisah legenda belaka. Namun berkat penemuan paling mutakhir, dunia akhirnya mendapatkan bukti nyata dari keberadaan makhluk mitos tersebut yang pernah berkuasa di bumi pada masa lalu.

Dilansir dari laman Grid.ID, pada Jumat (27/7/2018), seprang petani di China tak sengaja menemukan fosil berusia lebih dari satu dasawarsa. Penemuan tersebut sontak membuat para peneliti menggali lebih dalam lagi untuk membongkar fosil apa yang ditemukan petani tersebut.

Ahli paleontologi, dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, mengidentifikasikan fosil tersebut sebagai diplodocoids. Diplodocoids sendiri merupakan bagian dari sub kelompok sauropoda, jenis dinosaurus pemakan tanaman besar dengan empat kaki dan leher panjang.

Fosil di China diperkirakan termasuk spesies berusia 174 juta tahun yang selama ini belum pernah ditemukan sebelumnya. Mendapatkan nama ‘Lingwulong Shengi’ (Mandarin), yang berarti ‘Naga Lingwu yang menakjubkan’, spesies tersebut berusia 15 juta tahun lebih tua dari dinosaurus lain sejenisnya.

“Ini berarti bahwa sauropoda telah berevolusi jauh lebih awal dari yang disadari sebelumnya,” jelas paleontolog dari Imperial College London, Philip Mannion, yang juga merupakan salah satu peneliti penemuan fosil tersebut, seperti dikutip dari Grid.ID.

Baca Juga: Heboh Kerangka Raksasa Sepanjang 18 Meter Ditemukan di China, Benarkah Fosil Naga?

Menurut hasil penelitian yang dipimpin oleh paleontolog Xu Xing dari Chinese Academy of Science, hal tersebut berarti bahwa para diplocodoid melakukan perjalanan ke Asia Timur (dalam formasi Pange), sebelum benua mulai terpisah-pisah.

Fakta lain yang terkuak dalam penelitian tersebut adalah, tidak hanya satu fosil, tim berhasil menemukan setidaknya ada tujuh ekor dinosaurus yang mati di daerah tersebut. “Ini adalah penemuan yang menakjubkan, setidaknya tujuh dinosaurus mati di dekat satu sama lain,” tutur Xu Xing.

Ukuran Lingwulong Shengi sendiri tidaklah sebesar sepupunya sauropoda, seperti Apatosaurus ataupun Diplodocus. Lehernya pun jauh lebih pendek dengan panjang dari ujung kepala ke ekor hanya 11 sampai 17 meter saja.

Spesies sauropoda diketahui menjamur di Zaman Jurassic Akhir, namun penemuan Lingwulong Shengi yang berasal dari Zaman Batuan Jurassic Tengah, menjadi petunjuk awal bahwa spesies sauropoda semakin menyimpang jauh lebih awal dari yang selama ini diduga.

“Ini sangat menarik karena apa artinya itu adalah bahwa kita memiliki lebih banyak hal untuk dijelajahi. Semua sejarah yang hilang ada di luar sana. Sudah menunggu untuk ditemukan,” ujar Mathew Wedel, ahli paleontologi dan sauropod yang tidak masuk menjadi bagian dari tim penelitian tersebut.