Miris! Ditolak Ambulans, Jenazah Nenek Ini Dipikul Bergantian Sejauh 13 Km


SURATKABAR.ID – Seringnya, keterbatasan ekonomi kerap membuat banyak orang menderita—seperti mendapat perlakuan yang berbeda karena berasal dari kalangan yang tak mampu. Karena bagaimanapun, semua hal di dunia ini, baik barang maupun jasa harus dibayar dengan materi. Begitupun dengan pelayanan sebuah rumah sakit atau puskesmas saat kita sedang tak sehat.

Jika Kamu tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya pengobatan, bisa saja pihak rumah sakit akan dengan tega menolak memberikan perawatan.

Meski tidak semuanya seperti itu, namun beberapa kali kita masih sering mendapati berita mengenai hal ini. Salah satunya seperti peristiwa yang terjadi di salah satu puskesmas di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Kisahnya ini juga tak kalah miris. Melansir laporan Viva.co.id, Sabtu (28/07/2018), jenazah nenek yang meninggal di salah satu puskesmas di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ini terpaksa dipikul bergantian oleh warga ke rumah duka sejauh 13 kilometer, karena sebelumnya ditolak dibawa menggunakan ambulans.

Jenazah sang nenek bahkan harus dipikul secara bergantian oleh keluarganya hingga ke rumah duka.

Baca juga: Tak Terima Fotonya Diejek dan Jadi Viral, Dosen Cantik Ini Laporkan PNS ke Polisi

Padahal jarak yang harus ditempuh lumayan jauh, yakni mencapai 13 kilometer. Jenazah nenek tersebut harus dipikul bergantian lantaran petugas puskesmas setempat menolak mengangkutnya. Padahal, tentunya fasilitas mobil ambulans tersedia di puskesmas tersebut.

Warga setempat sangat menyayangkan petugas puskesmas yang menolak mengantarkan jenazah sang nenek ke rumah duka, padahal jasa pengangkutan tersebut diketahui tidak dikenakan biaya.

Diketahui, aksi memikul jenazah seorang nenek yang meninggal di puskesmas usai menjalani perawatan medis ini  terjadi di Kampung Batu Malonro, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, baru-baru ini.

SUNGGUMINASA – Jenazah nenek yang meninggal di salah satu puskesmas di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan terpaksa dipikul bergantian oleh warga ke rumah duka sejauh 13 kilometer. Aksi memikul jenazah tersebut pun sangat disayangkan oleh warga Gowa karena sebelumnya ditolak dibawa menggunakan ambulans. Aksi memikul jenazah seorang nenek yang meninggal di puskesmas usai menjalani perawatan medis ini terjadi di Kampung Batu Malonro, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu. Jenazah sang nenek bahkan harus dipikul secara bergantian oleh keluarganya hingga ke rumah duka yang jaraknya mencapai 13 kilometer hanya lantaran ditolak diangkut oleh petugas puskesmas setempat dengan menggunakan mobil ambulans yang ada. Video yang diunggah oleh salah seorang warga beberapa waktu lalu ke sejumlah akun media sosial ini pun langsung mendapat sorotan dan viral di media social. Haji Arief warga setempat sangat menyayangkan petugas puskesmas yang menolak mengantarkan jenazah sang nenek ke rumah duka yang diketahui tidak memiliki biaya. Dia berharap agar pemerintah tidak pandang bulu dalam membantu masyarakatnya terlebih bagi warga yang kurang mampu. “Saya berharap kejadian seperti ini adalah yang terakhir kalinya dan tidak lagi terulang,” tandasnya. Sumber : indonesiaupdate._ . Follow @yuukkepo

A post shared by LAMBE JULID (@yuukkepo) on