Heboh Penemuan Mumi Berjari Tiga, Ilmuwan Beberkan Fakta Mengejutkan Sebut Keturunan Alien


SURATKABAR.ID – Penemuan bersejarah lagi-lagi sukses menghebohkan dunia. Kali ini berkaitan dengan empat buah mumi yang tahun lalu ditemukan di Peru. Berbeda dengan mumi pada umumnya, ada hal berbeda dari wujud mumi satu ini.

Ditemukan pada tahun 2017, seperti yang dilansir dari laman Grid.ID, pada Jumat (27/7/2018), mumi ini memiliki kepala yang lebih lonjong dan panjang jika dibandingkan dari bentuk kepala manusia saat ini. Untuk penelitian lebih lanjut, keempat mumi tersebut diserahkan ke Inkari Institute.

Profesor Konstantin Korotkov, salah satu ilmuwan yang ikut serta dalam penelitian tersebut memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan. Ilmuwan dari Russian National Research University ini mengungkapkan bahwa mumi tersebut hanya ‘mirip’ dengan manusia.

Ia dengan tegas mengklaim mumi tersebut berasal dari 6.500 tahun silam. Dan dari keempat mumi yang ditemukan, keseluruhannya memiliki 23 pasang kromosom. Jumlah tersebut sama seperti yang dimiliki oleh manusia biasa. Tim riset menyatakan keempat mumi berjenis kelamin laki-laki dengan kromosom Y.

Seorang ahli anatomi kerangka, Dr. Edson Vivanco, bahkan menyatakan bahwa mumi-mumi itu bukanlah manusia. Kabar mengenai mumi ini pun langsung tersebar luas di media internasional. Beberapa di antaranya adalah The Sun, Daily Mail, dan News.com.au.

Baca Juga: Tak Disangka! Bikin Gempar Sejak Ditemukan, Peti Mati Raksasa dari Zaman Firaun Ternyata Cuma Berisi …

Tidak hanya Vivanco dan Korotkov, para ilmuwan lain memiliki pendapat yang berbeda-beda terkait rahasia empat mumi berbentuk aneh tersebut. Salah satunya diungkapkan ilmuwan sekaligus pembuat film dokumenter asal Inggris, Steve Mera.

Mera mengambil sampel DNA mumi tersebut dan melakukan sejumlah pengujian. Dari hasil tes, diketahui usia mumi sekitar 1.800 tahun. Selain itu, Mera juga menemukan adanya sekitar 98,5 persen kemiripan dari mumi-mumi tersebut dengan manusia.

Dari empat mumi yang ditelitinya, Steve Mera menyatakan hal tak terduga. Ia menduga tiga di antaranya hanya mumi yang sengaja dibuat dengan menggunakan kulit dan tulang binatang. Sedangkan satu sisanya diberi nama ‘Maria’.

Menurutnya, ‘Maria’ yang diperkirakan seorang perempuan ini bisa jadi adalah spesies manusia yang hidup di masa lampau. Pendapat serupa dikeluarkan oleh Thierry Jamin, presiden dari Inkari Institute. Ia memperkirakan bahwa ‘Maria’ adalah keturunan campuran dari manusia dengan alien.