Bertahan Ratusan Tahun, Begini Seluk-beluk Cara Hidup Yakuza yang Legendaris


SURATKABAR.ID – Setiap negara atau wilayah umumnya mempunyai cerita gangster alias kultur premannya masing-masing. Salah satu yang paling populer hingga mendunia adalah gangster asal Negeri Sakura, Yakuza. Saking legendarisnya, kisah kehidupan Yakuza ini sudah sering diangkat ke dalam cerita komik, film dan bahkan video game. Kendati sering dengar namanya, banyak yang belum tahu bagaimana kehidupan Yakuza yang sebenarnya. Masalahnya geng ini memang tertutup dan misterius.

Jelas Yakuza tak seperti preman pasar biasa, Yakuza punya sejarah yang sangat panjang di Jepang. Anggota-anggota Yakuza bisa dikenali dari tato yang menutupi hampir seluruh badannya. Tapi kalau tato-tato itu tertutup dengan baju panjang, publik akan sulit membedakan anggota Yakuza dari warga Jepang biasa.

Penasaran bagaimana keseharian Yakuza di negara Jepang yang kini sudah modern dan canggih? Berikut ulasan seluk-beluk kehidupan Yakuza sebagaimana dikutip dari laporan Hipwee.com, Jumat (27/07/2018).

1. Tak hanya yang paling terkenal, Yakuza merupakan sindikat atau geng kriminal terbesar di dunia. Jumlah anggotanya mencapai lebih dari 100 ribu orang.

Yakuza juga berkembang pesat di luar negeri. Yakuza punya markas kuat di Hawai dan wilayah lain di Amerika Serikat. Foto di bawah merupakan sosok para bos Yakuza yang tersebar di berbagai wilayah. Dari satu bos saja, anggota anak buahnya bisa mencapai hingga ribuan orang. Bahkan konon kabarnya anggota gangster ini pun tersebar sampai Indonesia. Salah satu tetanggamu, barangkali?

Baca juga: Sering Alami Déjà vu? Begini Penjelasan Ilmiahnya

2. Tak hanya yang paling besar, Yakuza juga termasuk geng kejahatan terkaya di dunia. Penghasilannya sampai 2x lebih besar dari bos kartel obat di Meksiko. Wow.

Di bawah ini merupakan Shinobu Tsukasa, bos sindikat Yakuza dengan wilayah operasinya yang terbesar. Net worth-nya mencapai US$460 juta seperti dilansir dari Independent.co.uk.

3. Mengontrol lebih dari 25 ribu perusahaan di Jepang dan luar negeri, kebanyakan usaha Yakuza legal. Makanya kelompok ini susah ditangkap hanya karena operasinya sehari-hari.

Kini banyak Yakuza yang terang-terangan duduk di kantor dan menjalankan bisnisnya secara terbuka.

4. Industri p*orno dan hiburan dewasa Jepang yang tersohor di dunia itu, juga dimotori oleh sindikat Yakuza. Jelas saja bisa kaya raya.

Terkenal dengan genrenya yang tidak biasa. Seperti Shigeo Takuda ini, bintang p*orno lansia.

5. Pengaruh Yakuza tumbuh jadi sangat besar di Jepang, pada era Perang Dunia II. Ketika semua kebutuhan dasar jadi langka karena perang, pasar gelap Yakuza jadi penyedia utama.

Karena kedekatannya dengan pemerintah, banyak usaha Yakuza yang dulu ilegal lama-lama jadi resmi.

6. Saking makmurnya, semakin banyak orang yang akhirnya bergabung dengan Yakuza. Tapi sejarahnya, Yakuza beranggotakan ‘orang-orang yang terbuang’.

Sudah ada sejak zaman samurai, dulu anggotanya dari kasta terbuang Burakumin dan keturunan Korea.

7. Namanya pun melambangkan akar sejarah orang-orang terbuang itu. Yakuza merupakan semacam plesetan untuk istilah ‘good for nothing‘: “orang yang tidak ada gunanya”.

Ya-Ku-Za: good for nothing, adalah kombinasi kartu terjelek dalam permainan kartu judi ‘oicho-kabu’.

8. Sebagai bentuk kesetiaan, tradisinya tiap anggota akan memenuhi badannya dengan tato. Hanya segaris bidang di perut yang akan dibiarkan kosong.

Bagian ini dikosongkan supaya terhindar dari infeksi perut dan tetap bisa memakai yukata atau jubah tradisional Jepang secara terhormat.